Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Bahrun Naim Disinyalir Otak Di Balik Rencana Ledakkan Istana

SENIN, 12 DESEMBER 2016 | 13:45 WIB | LAPORAN:

Rencana peledakan Istana Negara oleh tiga terduga teroris, SN, AS dan DYN yang diamankan di Bintara Jaya VIII, Bekaso, Jawa Barat, disinyalir atas perintah Bahrun Naim.

Ketiganya mendapat instruksi langsung dari sosok yang menjadinotak bom Thamrin beberapa waktu lalu.

"Hubungan ketiganya (SN, AS dan DYN), melaksanakan instruksi dari Bahrun Naim," ujar Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar kepada wartawan, Senin (12/12).


Sementara itu, dari ketiga terduga teroris itu, NS bertindak sebagai pimpinan saat merencanakan peledakan di Istana Negara.

"NS ini pimpinan di Solo," terang Boy.

Seperti diketahui polisi mengamankan benda diduga bom yang didesain dalam bentuk panci dalam indekos di Bintara VIII, Bekasi.

Tiga orang ikut diamankan, dengan rincian dua laki-laki, SN dan AS, serta DYN yang berjenis kelamin perempuan. Ketiganya juga diduga terkait dengan jaringan teror Jamaah Anshar Daulah Khalifah Nusantara (JADKN).

Sekedar info pula, nama Muhammad Bahrun Naim alias Anggih Tamtomo alias Abu Rayan populer pasca-bom Thamrin yang terjadi, 14 Januari 2016 lalu.

Polisi meyakini residivis kasus kepemilikan ribuan amunisi senjata api berbagai jenis pada 2010 itu, sebagai otak di balik teror bom.

Meski sempat divonis dua tahun enam bulan, Juni 2011, Bahrun Naim kembali menghirup udara bebas di bulan Juni setahun kemudian.

Pasca bebas dari penjara, Bahrun disinyalir berada di Suriah bergabung dengan ISIS.

Bahrun ingin membentuk khatibah nusantara, yang meliputi Asia Tenggara. Dia ingin rancang serangan di Indonesia, untuk mendapatkan kredit sebagai pemimpin di mata jaringan ISIS.[wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya