Berita

Hukum

Tersangka Kasus E-KTP Siap Dikonfrontasi Dengan Setya Novanto

JUMAT, 09 DESEMBER 2016 | 22:48 WIB | LAPORAN:

Mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI, Irman, mengaku bersedia dikonfrontasi dengan Ketua DPR Setya Novanto terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Hal tersebut diungkapkan Irman setelah menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka Sugiharto, di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).

Tersangka kasus e-KTP ini merupakan pasien tetap penyidik untuk menelusuri pihak-pihak lain yang diduga mendapatkan aliran dana korupsi dari proyek e-KTP.


"Iya iya lah (siap). Sebagai warga negara harus siap‎," kata Irman seusai pemeriksaan.

Penyidik KPK berencana melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP pada 13 November mendatang.

Irman belum mengetahu jadwal pemeriksaan lanjutan terhadap dirinya apakah akan sama dengan Novanto. Namun dirinya kembali menegaskan akan bersedia berhadapan langsung dengan Novanto.

"Yang panggil kan KPK, KPK yang tahu, nanti saya salah," ujar Irman.

Nama Novanto beberapa kali disebut-sebut sebagai salah satu penerima uang korupsi e-KTP oleh mantan Bendahara Umum ‎Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Menurut Nazaruddin, Novanto bersama mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum merupakan tokoh utama korupsi proyek senilai Rp 5,8 triliun ini.

Meski demikian, Novanto sudah membantah bahwa dirinya ikut terlibat dalam kasus yang merugikan negara sebesar 2,3 triliun itu.

Diketahui, dalam kasus ini, KPK baru menetapkan dua tersangka. Mereka adalah mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri‎, Sugiharto.

Ketua KPK, Agus Rahardjo memastikan pihaknya tak akan berhenti pada penetapan dua tersangka itu. Pihaknya yakin ada pihak lain yang turut kebagian uang haram korupsi e-KTP.

KPK memang sedang berfokus kepada pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana korupsi dari proyek e-KTP melalui pemeriksaan saksi-saksi.

Belakangan, sejumlah anggota DPR dikonfirmasi oleh penyidik KPK seputar dugaan kerugian negara dalam pengadaan KTP elektronik yang mencapai Rp 2 triliun.

Pihak legislator yang pernah dimintai keterangan diantaranya, Markus Nari, Ganjar Pranowo, Chairuman Harahap, Taufiq Effendi‎, dan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani.

Sebelum legislator, penyidik pernah meminta keterangan dari Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Mantan Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo hingga sejumah pihak dari swasta, pemenang tender, Kemendagri, dan akademisi dari ITB. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya