Berita

Febri Diansyah/Net

Hukum

KPK Terus Dalami Nyayian Nazaruddin Soal Korupsi e-KTP

RABU, 07 DESEMBER 2016 | 23:30 WIB | LAPORAN:

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bakal menyisir pihak-pihak yang pernah disebut menerima aliran uang korupsi proyek pengadaan e-KTP. Termasuk mendalami pernyataan terpidana kasus korupsi, Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin.

Jurubicara KPK Febri Diansyah menjelaskan pihaknya kini sedang mengkonfirmasi dugaan tersebut melalui pemeriksaan saksi-saksi yang dipanggil penyidik. Jika memang kuat dan ada kesesuaian bukti, maka proses pengembangan perkara akan diteruskan.

"Jadi memang sangat tergantung dengan kecukupan bukti tersebut," ujar Febri saat dihubungi wartawan, Rabu (7/12).


Terkait pemanggilan sejumlah mantan anggota Komisi II DPR pada hari ini, Febri menjelaskan, penyidik ingin mengetahui proses pembahasan pengadaan e-KTP. Termasuk mengenai proses anggaran yang disepakati Komisi II untuk menggarap proyek tersebut.

Penyidik KPK hari ini memanggil bekas ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap beserta wakilnya Ganjar Pranomo, yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Tengah.

"Semua saksi yang diperksa tentu mereka yang melihat, mendengar dan mengalami dalam rangkaian peristiwa tersebut," pungkas Febri.

Sebelumnya, KPK menegaskan sedang berfokus untuk mendalami pihak-pihak yang menerima aliran dana korupsi KPK, mulai dari anggota dewan hingga ke pihak konsorsium.

Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati menjelaskan, dalam beberapa minggu terakhir, fokus penyidikan menyasar pada anggota DPR dengan target mencari siapa saja yang ikut menerima aliran uang dari proyek yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 2,3 triliun dari anggaran proyek Rp 5,8 triliun.

Dalam perkara korupsi ini, KPK baru menjerat dua orang tersangka. Mereka yakni mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Irman, dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto.

Ketua KPK Agus Rahardjo berkali-kali menegaskan pihaknya tidak akan berhenti di kedua tersangka itu, karena jumlah korupsinya yang sangat besar. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya