Berita

Foto/Net

Hukum

CHAT NEWS

Jokowi Tunjukkan Wajah Marah

Nyatakan Perang Terhadap Narkoba
RABU, 07 DESEMBER 2016 | 09:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Badan Narkortika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti berbagai jenis narkoba yang jumlahnya ratusan kilogram. Presiden Jokowi memimpin langsung pemusnahan barang laknat ini di Lapangan Monas. Dengan menunjukkan muka marah, eks Walikota Solo itu menyatakan perang terhadap narkoba. Tentu saja di dunia maya, aksi Jokowi ini mendapat dukungan penuh netizen.

Tiba sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin, Jokowi didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Wakapolri Komjen Syafruddin, Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono. Sebelum barang bukti dengan rincian 445 kg sabu, 422 kg ganja, 323 ribu butir happy five dan 190.840 butir ekstasi secara simbolis dimusnahkan, Jokowi memberi pengarahan. Dengan nada marah, dia menegaskan, Indonesia perang total terhadap peredaran narkoba. Dia menyebut, setiap tahun ada lebih 15.000 orang mati usia muda karena penyalahgunaan narkoba. Jokowi lantas membandingkan jumlah pengedar dan bandar narkoba yang mati setiap tahunnya.

"Berapa bandar dan pengedar yang mati akibat narkoba? Ini pertanyaan untuk Pak Kepala BNN supaya dibandingkan dengan 15.000 yang mati tadi. Tolong ini digarisbawahi. Perang besar terhadap narkoba," tegas Jokowi yang menunjukkan muka marah. Apalagi melihat barang bukti yang dimusnahkan, menurut Jokowi sudah melampaui batas. "Ini jumlah yang sangat besar sekali. Karena betul-betul melihat barang seperti ini kita harus sekali lagi menyatakan perang besar terhadap narkoba," tegasnya lagi.


Usai memberi arahan, Jokowi yang mengenakan batik biru lengan panjang lantas diajak menyaksikan uji laboratorium terhadap barang bukti. Mengenakan masker dan sarung tangan karet, dia tercengang melihat hampatan ratusan bungkus narkoba dalam kertas cokelat dan plastik bening. Setelah melihat uji lab, Jokowi dipersilakan mengambil barang bukti yang ada di hadapannya untuk dimasukkan ke insenerator (alat pemusnah). Dia memilih dua bungkus cokelat dan memasukkannya ke mesin pembakar narkoba. Kemudian, sejumlah pejabat yang hadir berturut-turut memasukan narkoba ke insenerator.

Melihat ketegasan Jokowi, netizen mendukung penuh. Sejumlah pembaca di berbagai link berita terkait setuju dan mendukung sikap Jokowi. Pembaca Amin Mukti berharap, di bawah era Jokowi narkoba perlahan tapi pasti harus enyah dari bumi indonesia. "Ancaman serius untuk generasi bangsa," tulis dia. Akun Jeo Bonar menilai, ungkapan Jokowi ini menyentil Kepala BNN, Komjen Budi Waseso (Buwas). "Pak Buwas. Sampean kena sentil pak Presiden tuh," tulisnya.

Taufik Subhi Ramadhona berpendapat lain. Dia berharap, BNN juga bersih-bersih di internalnya. "Pak Buwas. Kalau bisa jangan pengedar dan pemakai di luaran saja yang disikat habis. Coba di mulai dari internal seluruh BNN Pusat maupun Daerah. Pastikan semua personil BNN negatif narkoba," katanya, diamini @hendz76. "Bunuh aja semuanya bandar kakap narkoba ama koruptor-koruptor," katanya. Akun @rukyto88 menimpali. "Bandar narkoba, koruptor harus dihukum mati biar takut," ujarnya. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya