Berita

Rachmawati Soekarnoputri

Hukum

Cinta Polri Kepada Jokowi Melebihi Kecintaan Pada NKRI!

SENIN, 05 DESEMBER 2016 | 15:29 WIB | LAPORAN:

  Logika berpikir aparat Polri dipertanyakan terkait tuduhan makar kepada sejumlah aktivis senior, tokoh politik dan purnawiawan jenderal.

"Saya heran dan mempertanyakan logika aparat Polri dalam membuat tuduhan makar kepada sejumlah aktivis dan kemudian menangkap mereka," kata Pakar Hukum Tatanegara, Margarito Kamis,  di Jakarta, Senin (5/12).

Dia mempertanyakan dimana letak kesalahan seseorang yang meminta MPR bersidang untuk kembali UUD 1945 disebut makar.


Margarito Kamis memberikan contoh yang namanya makar. .

"Kalau mau tahu yang namanya makar itu contohnya apa yang dilakukan terhadap Bung Karno," ujarnya.

Bung Karno beberapa kali gagal dari percobaan pembunuhan. Dia menegaskan yang namanya makar seperti yang dialami Bapak Proklamator Kemerdekaan. Tak tanggung-tanggung,  upaya pembunuhan atau makar kepada Bung Karno itu menggunakan senjata dan bom seperti yang terjadi di Cikini.

"Termasuk bom di Jembatan di Bandung ketika Bung Karno lewat. Lantas kok orang datang ke DPR, kirim surat ke DPR minta ubah  UUD dibilang makar,” tegasnya.

Tuduhan makar dan menghina lambang negara yang dipakai untuk menangkap Rachmawatj Soekarnoputri misalnya,  hanya bentuk kecintaan Polri yang berlebihan terhadap sosok Jokowi dan melebihi kecintaan mereka pada NKRI maupun pada hukum yang harusnya mereka tegakkan.

"Mereka mencintai Jokowi melebihi cintanya pada NKRI, pada aturan hukum dan pada keadilan. Orang kalau memang cintanya berlebih-lebihan tindakannya suka tidak masuk  akal. Atau bisa jadi karena cuaca dingin, polisi ingin mencari suasana lain makanya mereka membuah tuduhan yang bukan-bukan," tandasnya.

Dia pun menyayangkan bahwa citra kepolisian akan makin terpuruk dengan tindakan polisi ini karena jelas terlihat betapa tidak pahamnya  aparat kepolisian terhadap aturan hukum dan terlalu ceroboh.

"Ini akan membuta citra polisi sebagai pengabdi kekuasaan dan bukan pengabdi hukum.Masyarakat  akan semakin antipati pada  polisi," demikian Margarito.  [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya