Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Bengawan Solo Masih Siaga Merah Di Tuban

MINGGU, 04 DESEMBER 2016 | 06:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tinggi muka air Sungai Bengawan Solo di Jawa Timur sebagian sudah mulai menurun, khususnya di wilayah Bojonegoro.

Namun di Tuban dan Lamongan masih meluap sehingga masih siaga merah.

Demikian diinformasikan Kepala Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan elektronik, Minggu (4/12).


Kemarin (3/12) pukul 18.00 WIB, papar Sutopo,tinggi muka air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro mencapai 13,62 meter.

"Sudah di bawah dari ambang batas level Siaga merah yaitu 15 meter. Artinya tinggi muka air Bengawa Solo berada pada siaga kuning," jelasnya.

Kondisi ini menyebabkan sebagian banjir di wilayah Bojonegoro mulai surut.

Masih di waktu yang sama, di Babat Tuban terukur  8,68 meter. Menurut Sutopo, ini jauh di atas batas minimum siaga merah yaitu delapan meter sehingga Sungai Bengawan Solo meluap. Begitu juga ke bagian hilir juga masih melebihi ambang batas minimum siaga merah seperti stasiun Laren terukur 6,18 meter (ambang batas 5,5 meter), dan di stasiun Karanggeneng terukur 4,75 meter (ambang batas 4,5 meter. Akibatnya wilayah Tuban ke hilir masih terendam banjir.

Banjir makin meluas di wilayah Tuban karena naiknya debit Bengawan Solo.

Terdata 34 desa dengan 5.672 (18.425 jiwa) di lima kecamatan yang terendam banjir yaitu Kecamatan Widang, Parengan, Soko, Rengel dan Plumpang di Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur.

Banjir juga merendam jalan sepanjang 67.565 meter, 28 unit sekolah, delapan masjid, 20 mushola, 2.262 hektar sawah, 322 hektar tegalan dan 25 hektar tambak.

Satu orang dilaporkan tewas akibat berenang di tempat banjir kemudian hanyut.

"Korban bernama Bagus Aji (17) pelajar SMA di Kabupaten Tuba nasal Dusun Sisir Desa Kedungsoko Kecamatan Plumpang yang ditemukan tewas tenggelam di Bengawan Solo pada Sabtu (3/12) pukul 12.00 WIB," kata Sutopo.

Daerah yang paling parah terendam banjir adalah di Kecamatan Rengel di mana 12 desa terendam banjir dengan 2.298 rumah terendam banjir dan 9.192 jiwa terdampak banjir. Diperkirakan kerugian banjir mencapai puluhan miliar rupiah.

BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada mengantisipasi banjir susulan mengingat potensi hujan masih akan terus meningkat.

"Para orangtua hendaknya selalu mengawasi anak-anaknya agar tidak bermain di sekitar lokasi banjir agar tidak timbul korban jiwa," imbuh Sutopo.[wid]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya