Berita

Nusantara

Longsor Karanganyar, Satu Orang Meninggal Dan Dua Luka-luka

SABTU, 03 DESEMBER 2016 | 10:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Hujan lebat yang berlangsung sejak siang hari telah menyebabkan longsor dan menelan korban jiwa di Kabupaten Karanganyar. Tebing longsor menimbun rumah warga di Dusun Banaran, Desa Plosorejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (2/12), pukul 21.30 WIB.

Longsor menyebabkan pemilik rumah tewas atas nama Catur (21) dan dua orang luka berat atas nama Paikem (52) dan Harso Wiyono (55).

"Tim SAR dan masyarakat mengevakuasi korban. Korban dirujuk ke RS Moewardi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (3/12).


Sementara itu, sebanyak 567 personil gabungan terus melakukan pencarian korban longsor di Desa Tegalsari, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar yang tertimbun longsor pada 29 Desember lalu.

Lanjut Sutopo, pada Sabtu (3/12), pukul 05.30 WIB, tim SAR gabungan mulai melakukan penyisiran lokasi. Ditemukan tanda-tanda bau di sekitar sektor dua pada pukul 06.30 WIB. Selanjutnya langsung dilakukan pencarian dan ditemukan korban aatas nama Gito.

"Pukul 08.00 WIB jenazah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ambulance ke RSUD. Pencarian terhadap satu korban longsor masih diteruskan," ucapnya.

Sutopo menjelaskan, Kabupaten Karanganyar memang rawan bencana longsor. Ada sembilan kecamatan rawan longsor dari 17 kecamatan. Sembilan kecamatan tersebut adalah Kecamatan Jenawi, Kerjo, Ngargoyoso, Tawangmangu, Karangpandan, Matesih, Jatiyoso, Jatipuro dan Jumapolo.

"Daerah rawan longsor tersebut saat ini sudah berkembang menjadi permukiman sehingga memiliki risiko tinggi bencana longsor," tukasnya. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya