Berita

Andy William Sinaga/Net

Nusantara

Aparat Keamanan Tidak Boleh Lengah Awasi Aksi Besar Hari Ini

JUMAT, 02 DESEMBER 2016 | 06:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aksi Bela Islam III "Aksi 212" hari ini, Jumat (2/12) berpotensi ricuh apabila aparat pihak keamanan dalam hal ini Polri dan TNI lengah.

Analis ekonomi dan politik dari  Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga mengatakan, potensi kerusahan bisa saja terjadi karena selain massa Aksi 212, ada juga ribuan buruh yang dikordinasikan KSPI akan turun dengan titik kumpul Bundaran HI sampai Istana Negara, dan akan ketemu dengan kelompok massa yang akan melakukan Sholat Jumat di seputar Monas.

Selain itu, sebut Andy, mantan kombatan ISIS yang jumlahnya sudah mencapai ratusan di Indonesia bisa saja akan bergerak untuk memprovokasi massa.


"Tidak hanya itu, ditemukannya ratusan ketapel oleh aparat Pilri dua hari lalu diduga dipersiakan untuk Aksi 2 Desember perlu diantisipasi sedini mungkin," sebutnya.

Untuk itu, Andy mengimbau aparat keamanan terutama pihak intelijen harus jeli mengamati dan memprediksi kekuatan massa yang "tidak terlihat".

Selain itu kelompok-kelompok massa yang akan melakukan Aksi 212 segera melakukan konsolidasi terhadap para kordinator lapangan aksi dan memberikan tanda kepada partisipan agar dapat dikontrol.

"Kita harapkan juga agar besok para pengusaha untuk tetap menjalankan produksinya dan mengintruksikan buruhnya agar tetap bekerja sehingga potensi buruh yang ikut demo dapat berkurang," ungkapnya.

Terakhir, tambah Andy, pemerintah juga diminta untuk tidak panik dan tidak over action dalam menghadapi gelombang aksi massa besok, cukup dengan melakukan lokalisir kelompok yang diduga akan menimbulkan kerusahan, agar aksi tersebut bisa berjalan damai dan tertib. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya