Berita

Sutopo Purwo Nugroho/Net

Nusantara

BNPB: Bengawan Solo Siaga Merah

KAMIS, 01 DESEMBER 2016 | 21:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Beberapa daerah di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban Provinsi Jawa Timur telah terendam banjir sejak (29/11) hingga Kamis (1/12). Bahkan hujan terus menerus yang merata di bagian hulu dan tengah Sungai Bengawan Solo di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur telah meningkatkan debit banjir sehingga banjir makin meluas.

Begitu informasi yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo NUgroho dalam pesan singkat yang dipancarluaskan, sesaat tadi (Kamis, 1/12).

"Tinggi muka air Bengawan Solo terus naik. Pada Kamis, posisi Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Kota Bojongoro pada pukul 06.00 mencapai 14.96 meter. Pukul 07.00 naik menjadi 14.99 meter atau siaga kuning. Memasuki pukul 08.00 ketinggian air mencapai 15.02 meter atau siaga merah. Dengan kondisi siaga merah maka banjir merendam beberapa wilayah di Bojonegoro," jelasnya.


Sutopo menjelaskan, genangan banjir di Bojonegoro meluas hingga 51 desa dan 10 kecamatan dari total 28 kecamatan, antara lain Kecamatan Bojonegoro, Kalitidu, Dander, Trucuk, Kapas, Balen, Sumberejo, Kanor, Baureno, dan Trucuk. Tercatat 3.410 rumah terendam banjir.

"Satu orang tewas dan 156 jiwa mengungsi di Gedung Serba Guna Jalan KH Mas Mansyur. Meskipun ribuan rumah terendam banjir namun masyarakat tidak mau mengungsi. Mereka sudah terbiasa banjir yang hampir setiap tahun terjadi di Bojonegoro," terangnya.

Menurutnya, banjir menyebabkan 3.703 hektar sawah terendam banjir. Tanggul Kali Ingas di Desa Pucangarum Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro pada Kamis pukul 10.00 Wib jebol sehingga menyebabkan sekitar 1.500 hektar sawah terendam banjir.  

"Lahan pertanian di Desa Pucangarum, Desa Kedungrejo, Desa Kedungprimpen dan Desa Gedongarum Kecamatan Kanor terendam banjir. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 24 miliar."

Luapan Sungai Bengawan Solo juga telah menyebabkan banjir di wilayah Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur sejak 26 November hingga hari ini.

Sutopo memaparkan, banjir telah menyebabkan 3.569 rumah tergenang banjir, jalan tergenang 61.065 meter, dan lahan pertanian terendam 2.111 hektar. Ditaksir kerugian dan kerusakan akibat banjir mencapai Rp 9 milyar.

"BPBD Kabupaten Bojonegoro dan Tuban bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Bengawan Solo, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penangan darurat. BPBD Kab. Tuban telah mendirikan posko lapangan di 5 kecamatan dan pendirian dapur umum bagi korban bencana. Pemberian bantuan sembako telah diberikan kepada sebagian korban bencana," jelasnya.

"BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro menutup 56 pintu darurat di tanggul barat dan utara. Disediakan 24 ribu kantong berisi pasir yang ditumpuk di pintu-pintu darurat serta tanggul desa yang terdampak banjir. Pintu darurat yang ditutup karung pasir dijaga polisi, tentara dan hansip," sambung dia.

Bupati Tuban telah menetapkan keadaan darurat bencana banjir sejak 28 November hingga 3 Desember. Penggunaan anggaran dari pos Biaya Tak Terduga dari Pemda Tuban masih diproses untuk penanganan darurat. BPBD Tuban telah kehabisan stok bantuan sandang. BPBD Provinsi Jawa Timur mengirimkan bantuan logistik.

"Sementara itu meluapnya Sungai Bengawan Solo juga telah menyebabkan banjir di Kabupaten Gresik. Sebanyak 17 desa di Kecamatan Dukun dan Bungah terendam banjir," jelas Sutopo.

Di tempat lain, hujan deras menyebabkan longsor di Kabupaten Trenggalek pada 1/12/2016. Jalan raya yang menghubungkan Trenggalek-Pacitan Km 41 di Dusun Kapit Desa Cakul Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek terjadi sebagian badan jalan amblas dengan panjang 10 meter dan lebar 2 meter.

"Lalu lintas dilakukan buka tutup dan diberi tanda oleh petugas," tandasnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya