Berita

Foto/Net

Nusantara

Dugaan Skandal Bibit Bawang Di Bima Merugikan Petani

KAMIS, 01 DESEMBER 2016 | 06:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Beberapa waktu lalu Satuan Tugas (Satgas) Bima-Jakarta bersama beberapa anggota DPRD Bima bertemu dengan pihak Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian.

Presidium Satgas Bima-Jakarta, Adi Baiquni mengatakan pertemuan itu dalam rangka mendorong dan menguatkan relasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah tentang progres distribusi bibit bawang merah dari Kementan di Kabupaten Bima sebesar Rp 46 miliar, yang diduga bermasalah proses distribusinya dan tidak tepat sasaran.

Jelas Adi, pertemuan yang juga dihadiri oleh Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB) Jabodetabek itu, ada beberapa poin penting yang menjadi catatan, antara lain.


Pertama, mendorong dan penguatan relasi pemerintah pusat (Kementan) dengan pemerintah daerah dalam aspek masa depan petani bawang merah.

Kedua, peran serta BMMB sebagai elemen masyarakat Bima Jakarta dalam membangun iklim yang stabil dan menguntungkan bagi rakyat Bima (termasuk meminta menaikan anggaran untuk Bima).

Ketiga, mensinergiskan visi BMMB dengan kepentingan rakyat Bima dalam mensejahterakan masyarakat petani bawang merah di Bima.

Keempat, sharing dan diskusi tentang kebijakan-kebijakan pemerintah pusat ke depan yang berkaitan dengan petani Bima.

Adi mengnungkapkan, bahwa proses distribusi bibit bawang merah sebesar Rp 46 miliar dari Kementan yang bermasalah serta beraroma korupsi, hal ini telah disorot di DPRD Bima dan telah dipertanyakan oleh berbagai kelompok petani dan masyarakat, sehingga patut diduga ada korupsi bibit bawang merah ini melibatkan oknum di Kementan sampai ke Pemda Bima.

Menurutnya, jika carut marut skandal bibit bawang merah ini tidak terungkap tuntas, maka tahun 2017 maka bantuan dari pemerintah pusat ke Pemda Bima tidak lagi dialokasikan.

"Kami juga berencana akan melaporkan dugaan skandal korupsi ini kepada penegak hukum termasuk KPK dan Kejaksaan Agung, karena kasus ini sangat merugikan rakyat dan petani bawang," tukas Adi dalam rilisnya, Kamis (1/12). [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya