Berita

Mudhofir Khamid/Net

Nusantara

Tidak Ikut Aksi 212, KSBSI Fokus Suarakan Isu Perburuhan

SELASA, 29 NOVEMBER 2016 | 13:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tidak semua kaum buruh akan ikut turun ke jalan pada Aksi Bela Islam III pada 2 Desember atau "Aksi 212". Salah satunya adalah massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).

Presiden KSBSI Mudhofir Khamid menilai tidak tepat kaum buruh ikut-ikutan dalam Aksi 212 yang bertujuan untuk "memenjarakan" Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Tidak pas kaum buruh ikut berpolitik. Namun demikian kami tidak bisa melarang serikat buruh yang lain ikut aksi, itu hak masing-masing," kata Mudhofir kepada redaksi, Selasa (29/11).


KSBSI sebagai konfederasi serikat buruh tingkat nasional, sebut Mudhofir, berpendapat bahwa perjuangan serikat buruh adalah bagaimana mewujudkan kesejahteraan buruh, dan menciptakan hubungan industrial di tengah krisis global yang masih melanda dunia saat ini.

Mudhofir mengingatkan bahwa gerakan buruh Indonesia jangan mudah terpancing dengan gerakan yang mengganggu stabilitas nasional dan kebhinekaan bangsa.

"Sebagai salah satu aktor pilar demokrasi, buruh harus mendukung arah perjuangan bangsa dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur," sebutnya.

Adapun alasan KSBSI tidak ikut turun ke jalan adalah, selain agenda Aksi 212 bukan mengangkat isu perburuhan, mereka menilai demokrasi itu tanpa dikrimnasi. Maksudnya, poses hukum terhadap Ahok sudah berjalan.

"Jadi kami tidak turun. Kami independen, kami fokus isu perburuhan saja. Ada saatnya nanti kami akan turun, tentu dengan membawa isu perburuhan," demikian Mudhofir. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya