Berita

Natalius Pigai/Net

Politik

Komnas HAM Monitor Situasi Papua Jelang 1 Desember

SELASA, 29 NOVEMBER 2016 | 07:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Momen 1 Desember yang disebut-sebut sebagai Hari Kemerdekaan Papua diharapkan berjalan dengan baik, hususnya di tanah Papua.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Natalius Pigai mengatakan pada saat ini dimana dunia makin terbuka, dan informasi dapat diakses dengan mudah, tentu saja berbagai peristiwa pelanggaran HAM di Papua akan diketahui dan disorot dengan mudah.

Maka, terkait tanggal 1 Desember, Komnas HAM meminta agar semua pihak baik kelompok yang merayakan maupun juga aparat keamanan, tetap bergerak dalam koridor hak asasi manusia, yaitu kebebasan ekspresi tentu dihormati semua pihak, dan ketertiban rakyat juga tetap dijaga.


"untuk itu Komnas HAM juga akan monitor perkembangan dan situasi menjelang dan saat tanggal 1 Desember 2016," ujar Natalius, Selasa (29/11).

Jelang 1 Desember, Komnas HAM meminta pihak aparat tidak melakukan tindakan kriminalisasi, penangkapan, penganiayaan, penyiksaan serta pembunuhan terhadap para aktivis dan rakyat Papua. Pihak aparat seminimal mungkin menghindari potensi terjadinya pelanggaran HAM, di tengah Indonesia sedang meyakinkan dunia internasional tentang prospek perdamaian di tanah Papua.

"Kasus Manokwari yang baru bulan lalu terjadi justru menjadi kontra produktif dengan upaya Pemerintah untuk memperbaiki situasi HAM di Papua," sebut Natalius.

Bahkan, Tim Pemantauan Komnas HAM merekomendasikan ke sidang paripurna Komnas HAM untuk memutuskan  melakukan penyelidikan pelanggaran HAM berat UU Nomor 26 Tahun 2000 di Manokwari.

Natalius menambahkan, dengan melihat ekskalasi kasus pelanggaran HAM di Papua yang semakin memburuk ini menunjukkan Pemerintah Jokowi tidak memiliki itikat baik untuk menghentikan pelanggaran HAM di Papua. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya