. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan membuka sekaligus menjadi pembicara utama dalam gelar acara Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada anggota PP Wanita Syarikat Islam (PP WSI), Senin (28/11).
Acara yang digelar di Ruang Sidang Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta itu dihadiri ratusan anggota PP WSI.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli mengatakan bahwa pemahaman Empat Pilar MPR (Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara), sangat penting bagi semua anak bangsa.
Dalam Empat Pilar MPR tercantum semua hal yang sebenarnya bisa menjadi solusi permasalahan bangsa, dan jika konsisten mengamalkannya, maka Indonesia akan semakin dekat dengan cita-cita tercapainya kesejahteraan bersama.
Contoh, dalam Empat Pilar MPR ditegaskan bahwa kedualatan penuh ada di tangan rakyat dan kedaulatan tersebut diwakilkan oleh rakyat yang ditunjuk dalam Pilpres atau Pilkada.
"Karena kedaulatan di tangan rakyat, di tangan ibu-ibu semua, maka rakyatlah yang berkuasa, sebab kepala daerah sampai presiden saja yang memilih adalah rakyat," katanya.
Jadi, lanjut Zulkifli, suara rakyat sangatlah mahal. Maka jangan sekali-kali mau dibeli murah suara.
"Jangan hanya uang 50 ribu ibu-ibu memberikan suara sedemikian mudahnya, murah sekali, padahal dampaknya akan sangat besar di kemudian hari jika pejabat tersebut tidak amanah,†ujarnya.
Diutarakan Zulkilfi, bulan Februari 2017 akan diselenggarakan Pilkada serentak di seluruh Indonesia. Pergunakanlah hak kedaulatan rakyat dengan memberikan suara dengan hati, memilih berdasarkan kemampuan dan kapabilitas calon kepala daerah.
"Jangan memilih berdasarkan uang yang tidak seberapa. Sebab jika sudah terpilih maka pejabat tersebut tidak akan memikirkan rakyat lagi, sebab rakyat sudah dibeli dengan uang yang tidak seberapa itu plus sarung atau sembako. Intinya sekali lagi, pilihlah dengan hati. Jika ada calon yang memberi uang atau barang lainnya terima saja, namanya juga diberi, tapi urusan memilih itu urusan dan penilaian pribadi sesuai hati,†tandasnya.
[rus]