Berita

Foto/Humas MPR

Ketua MPR: Jangan Gadaikan Suara, Pilihlah Dengan Hati

SENIN, 28 NOVEMBER 2016 | 11:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan membuka sekaligus menjadi pembicara utama dalam gelar acara Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada anggota PP Wanita Syarikat Islam (PP WSI), Senin (28/11).

Acara yang digelar di Ruang Sidang Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta itu dihadiri ratusan anggota PP WSI.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli mengatakan bahwa pemahaman Empat Pilar MPR (Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara), sangat penting bagi semua anak bangsa.


Dalam Empat Pilar MPR tercantum semua hal yang sebenarnya bisa menjadi solusi permasalahan bangsa, dan jika konsisten mengamalkannya, maka Indonesia akan semakin dekat dengan cita-cita tercapainya kesejahteraan bersama.

Contoh, dalam Empat Pilar MPR ditegaskan bahwa kedualatan penuh ada di tangan rakyat dan kedaulatan tersebut diwakilkan oleh rakyat yang ditunjuk dalam Pilpres atau Pilkada.

"Karena kedaulatan di tangan rakyat, di tangan ibu-ibu semua, maka rakyatlah yang berkuasa, sebab kepala daerah sampai presiden saja yang memilih adalah rakyat," katanya.

Jadi, lanjut Zulkifli, suara rakyat sangatlah mahal. Maka jangan sekali-kali mau dibeli murah suara.

"Jangan hanya uang 50 ribu ibu-ibu memberikan suara sedemikian mudahnya, murah sekali, padahal dampaknya akan sangat besar di kemudian hari jika pejabat tersebut tidak amanah,” ujarnya.

Diutarakan Zulkilfi, bulan Februari 2017 akan diselenggarakan Pilkada serentak di seluruh Indonesia.  Pergunakanlah hak kedaulatan rakyat dengan memberikan suara dengan hati, memilih berdasarkan kemampuan dan kapabilitas calon kepala daerah.

"Jangan memilih berdasarkan uang yang tidak seberapa. Sebab jika sudah terpilih maka pejabat tersebut tidak akan memikirkan rakyat lagi, sebab rakyat sudah dibeli dengan uang yang tidak seberapa itu plus sarung atau sembako. Intinya sekali lagi, pilihlah dengan hati. Jika ada calon yang memberi uang atau barang lainnya terima saja, namanya juga diberi, tapi urusan memilih itu urusan dan penilaian pribadi sesuai hati,” tandasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya