Berita

A. Jabidi Ritonga/Net

Politik

GP Ansor: Tahan Diri Menanti Kasus Ahok

SENIN, 28 NOVEMBER 2016 | 09:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Indonesia memasuki babak transisi demokrasi, sehingga ideologi dan NKRI menjadi pertaruhan. Pergolakan dinamika hukum bergeser menjadi isu politik yang semakin tidak sehat.

Ketua Bidang Hubungan Lintas Pemuda dan Agama Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) A. Jabidi Ritonga mengatakan, dia tidak bermaksud menyudutkan satu pendapat dan kritik terhadap kebijakan. Ketidaksesuaian pendapat tentu menjadi hal yang wajar dan biasa, sepanjang caranya baik, baik untuk Indonesia, baik juga untuk rakyat. Satu dinamika yang mencerdaskan, baik dalam penegakan hukum, maupun politik, tentu niatnya adalah untuk koreksi agar lebih baik.

"Tapi jangan sampai dimana persoalan hukum ditunggangi oleh kepentingan politik sekelompok orang yang beraliran keras yang lebih cenderung memaksakan diri," sebut Jabidi, Senin (28/11).


Dia menyampaikan dan berharap masyarakat Indonesia dimanapun berada, untuk tidak melaksanakan shalat Jumat pada tanggal 2 Desember 2016 tersebut di jalan raya. Pada tanggal itu, massa dari Aksi Bela Islam III rencananya agar menggelar unjuk rasa menuntut Ahok dipenjara dengan lebih dahulu menggelar shalat Jumat di jalanan ibukota Jakarta.

"Marilah bersama-sama kita meningkatkan nilai ibadah, khusuk dalam ibadah, jangan sampai merusak nilai ibadah. Kami berpendapat jalan raya bukanlah tempat yang tepat dan pantas, karena jalan adalah fasilitas umum yang bukan saja dipakai hanya untuk umat Islam, masih banyak orang lain. Agar sehingga toleransi tetap terjaga, mari bersama sama kita memakmurkan masjid yang ada, sebagaimana sunnah Rasulullah, masjid harus menjadi tempat ibadah dan aktifitas keagamaan lainnya. Bukan malah meninggalkan masjid, karena masjid masih sangat cukup dan layak sebagai tempat melaksanakan shalat Jumat, artinya jangan sampai niat ibadah disusupi niatan di luar konteks ibadah," ujar Jabidi memaparpan.

Dia juga mengajak mari bersama menjaga ketertiban. GP Ansor berharap masyarakat dapat lebih menahan diri, mampu cerdas dalam membaca kepentingan siapa dan untuk apa semua ini. Jangan sampai diboncengi sesuatu yang dapat merugikan kita sendiri juga keutuhan NKRI. "Saya patut mencurigai motivasi dan tujuan lain dari pelaksanan shalat pada tanggal 2 Desember nanti," tambah Jabidi.

Terakhir, kehadiran Islam haruslah menjadi rahmat bagi alam, tentunya tidak boleh menafikan hal tersebut. Indonesia yang memiliki karakter masyarakat yang majemuk harus mampu mengedepankan sikap teloransi yang tinggi serta mampu menjaga kemajemukan dan kerukunan umat beragama.

Persoalan penistaan agama yang kini sedang menjadi perbincangan di kalangan umat islam sudah masuk dalam ranah hukum, dengan tersangka Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

"Biarlah pihak yang berwenang memproses sesuai dengan kaidah hukum yang ada. Kita umat Islam layaknya bersabar dan menahan diri dalam menanti hasil putusan hukum atas persoalan tersebut. Hukum tentunya tidak dapat diintervensi oleh keinginan, tidak bisa dipaksa dengan gerakan aksi massa. Hukum adalah hukum yang berjalan sesuai kaidah hukum, tidak bisa direkayasa apalagi memaksakan`kehendak," demikian Jabidi, yang juga mantan Sekjen PB PMII ini. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya