Berita

Aboe Bakar Alhabsyi/Net

Aboe Bakar: Rawat Kebhinekaan Dengan Tenggang Rasa

SENIN, 28 NOVEMBER 2016 | 07:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Saat ini bangsa Indonesia gaduh karena sedang terusik kebhinnekaannya. Oleh karena itu masyarakat diingatkan agar terus menjaga kebhinekaan, karena itu adalah modal dasar persatuan.

"Negara kita ini puluhan ribu pulau, ratusan suku dan bahasa, karenanya tanpa adanya persatuan republik ini akan hancur. Persatuan akan tumbuh ketika kita bisa menjaga kebhinekaan di antara kita. Oleh karenanya, MPR selalu menyelenggarakan sosialisasi empat pilar, salah satunya adalah untuk menguatkan tali kebhinekaan," Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, akhir pekan lalu.

Salah satu penyebab kebhinnekaan Indonesia terusik tersebut, kata Aboe, adalah karena ulah seseorang yang tidak bisa menjaga ucapan. Aboe menegaskan sebagai bangsa yang beradab seharusnya, anak bangsa bisa menjalin tenggang rasa dan tidak perlu mencaci agama lain.


"Kita harus saling menghormati, tak perlu menista kitab suci orang lain. Hal ini sangat berbahaya, dan dapat mengancam persatuan nasional," papar anggota DPR dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan ini.

Oleh karena itu, Aboe mengingatkan kepada peserta sosialisasi Empat Pilar MPR agar selalu menjaga kebhinekaan dengan tenggang rasa dan saling menghormati.

"Saya berpesan, kita tidak perlu mengomentari agama orang lain, ataupun ajaran orang lain. Biarkanlah mereka menjalankan agama dan ibadahnya sesuai dengan kepercayaannya. Dengan menjaga sikap yang demikian akan menjadi harmoni di tengah masyarakat," jelas Anggota Komisi III DPR RI ini.

Sebagai anggota DPR yang bermitra dengan Kapolri ini, dirinya juga sudah berpesan kepada Jenderal Pol Tito Karnavian agar bisa bekerja secara profesional.

"Saya sampaikan kepada beliau untuk menegakkan aturan sebagaimana mestinya. Rasa keadilan masyarakat sedang bekerja, kalaupun mereka berdemo disebabkan selama ini setiap penista agama selalu ditahan, sedangkan pada kasus ini mereka belum melihat hal itu," tegas Aboe. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya