Dalam rangka mengekspresikan nilai-nilai Pancasila dan menumbuh kembangkan potensi pemuda, DPP TMP menggelar kegiatan jalan santai dan Kirab Budaya di Desa Sukamandi Jaya, Minggu (27/11/2016).
Kegiatan yang mengusung tema "Langkah Maju Pantura Subang Pancasila Rumah Kita" diikuti 7000 kader TMP dan Seluruh elemen pemuda dari Kabupaten Subung, antara lain komunitas seni, pelajar dan organisasi kepemudaan.
Ketua Pelaksana TMP Youth Festival Brando Susanto mengatakan bahwa diadakan acara ini bertujuan untuk menjaga dan menumbuhkan semangat pemuda untuk mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, acara ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan potensi yang dimiliki oleh pemuda.
"Kegiatan ini diikuti sekitar 7000 kader dan seluruh komponen budaya lokal dan khususnya pemuda dan pelajar akan melakukan kirab bersama untuk menjaga keutuhan pancasila," katanya.
Menurutnya, saat ini pemuda dalam mengekspresikan nilai-nilai pancasila tidak lagi di dalam kelas atau melalui penataran-penataran. Kegiatan TMP Youth Fest merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan nilai-nilai pancasial dalam wujud seni.
"Harapannya dengan acara ini mereka akan memiliki semangat gotong royong dan melestrarikan budaya lokal," Jelasnya.
Pada kegiatan ini juga membuka 25 booths. Yang terdiri dari 12 booths kuliner dan 13 booths sekolah dan komunitas seni. Baginya dengan membuka booths ini bukti konsistensi TMP dalam mengembangkan potensi pemuda.
"Ini salah satu gerakan dengan segala potensinya bisa mengekapresikan dengan gaya mereka," katanya.
Dalam sambutannya ketua umum DPP Taruna Merah Putih Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa tujuan dari TMP Youth Festival untuk menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. Dan agar pemuda mendalami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Baginya Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia lahir dan berakar dari budaya masyarakat Indonesia. Yaitu budaya yang menjujung semangat pluralisme, yakni Bhineka tunggal Ika. Meskipun berbeda-beda tetap satu juga.
"Pancasila adalah Ideologi hidup. Ideologi yang menjadi rumah bersama. Tidak mengedepankan perbedaan SARA. Jadikan perbedaan ini menjadi potensi untuk membangun bangsa. Bukan perbedaan ini menjadi pemisah antar anak bangsa," kata.
Selain itu, dalam sambutannya Maruarar juga berpesan bahwa Indonesia adalah negara Demokrasi. Maka dari itu, meskipun berbeda pilihan politik tetap bersatu untuk membangun bangsa. Dan jika ingin menyampaikan kritik harus baik dan sopan.
"Negeri kita demokratis. Semua orang boleh menyampaikan kritik dan sarannya. Akan tetapi harus sopan dan baik. Jangan memaksakan pendapat dengan cara kasar," katanya.
Lebih lanjut ia juga berpesan bahwa negara Indonesia berdasar hukum. Sehingga semua ada koridor dan peraturan yang berlaku. Sebagai pemuda jangan main hukum sendiri.
"Jadilah masyarakat yang beradab. Yang patuh terhadap hukum," katanya.
Makanya, ia mengajak kepada seluruh peserta untuk selalu menjaga Pancasila. Serta menjujung tinggi nilai-nilai demokrasi dan patuh kepada hukum.
[ian]