Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Tak Perlu Lagi Tuntut Penjarakan Ahok Di Jalanan

SABTU, 26 NOVEMBER 2016 | 17:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Aksi Bela Islam jilid III pada 2 Desember atau dikenal aksi 212 tidak perlu dilakukan sebab tuntutan menjadikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka sudah disematkan oleh Polri.

Bahkan, Mabes Polri telah menyegerakan proses penyidikan untuk memasuki tahapan persidangan.

"Kalau ada demonstrasi lagi, perlu dipertanyakan apa motivasi dan aspirasinya,"kata Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (26/11).


Apalagi, menurut Fajar, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, termasuk Majelis Ulama Indonesia juga tidak merekomendasikan masyarakat untuk menggelar unjuk rasa.

Fajar mengingatkan, ditetapkannya Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama telah mengonfirmasi bahwa proses hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta itu telah berjalan sesuai koridor hukum. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menghormati proses hukum.

"Termasuk memberikan kepercayaan kepada Mabes Polri untuk menuntaskan perkaranya," demikian Fajar.

Kemarin, Jumat (25/11), usai menghadiri istigasah bersama ribuan santri dan kiai se-Banten di Masjid Albantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengingatkan masyarakat Indonesia akan bahaya potensi konflik dan polarisasi antar warga akibat adanya Pilkada serentak 2017.

"Indonesia dibangun berdasarkan perbedaan suku, agama, ras dan lainnya. Harus diingat, justru karena perbedaan itu yang telah memperkuat kita," kata Tito Karnavian.

Menurut Tito Karnavian, polarisasi masyarakat dalam Pilkada adalah hal legal dalam proses demokrasi. Meskipun demikian, terkait dengan adanya potensi konflik, Polri akan mengelola momentum tersebut dengan profesional.

Tito mengajak masyarakat untuk segera dan langsung berangkulan usai pemilihan pilkada digelar. Siapa pun yang menang di Pilkada setiap daerah jangan terlalu ber-euforia dan besar kepala. Begitu pun yang kalah agar jangan berkecil hati dan menerima kekalahan dengan lapang dada.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya