Berita

Rachmawati Soekarnoputri/Net

Politik

Rachma: Mengapa Jokowi Begitu Alergi Dengan Aksi Damai Para Ulama?

SABTU, 26 NOVEMBER 2016 | 11:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Terlihat dengan jelas pemerintahan saat ini begitu alergi dengan aksi damai 2 Desember mendatang, atau dikenal dengan aksi 212.

Hal ini terlihat dari safari Polri yang tanpa malu-malu masuk ke ormas Islam dan pesantren-pesantren untuk melarang aksi damai ini.

"Ada apa dengan Jokowi. Sebegitu alerginya dengan aksi 212 sampai menuduh aksi ini memecah NKRi, anti keBhinnekaan bahkan sampai menuduh Makar, nauzubilahi min dzalik! Bahkan sebelumnya datang sepasukan combaten bak situasi darurat perang," kata tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 26/11).


Selain itu, ungkap Rachma, sejumlah tokoh juga menjadi target operasi dan dikriminalisasikan karena bersikap oposisi terhaap penguasa. Belakangan, polisi yang menjadi alat kekuasaan pun menjadi tukang gebuk kepada setiap orang yang dicurigai. Polisi mulai mulai reaktif.

"Anehnya waktu demo lepas kodok, lepas monyet dan berbagai teatrikal yang menggambarkan ketidak becusan dan keburukan rezim Jokowi di depan Istana, kok polisi diam, Tapi begitu demo para ulama bersama para tokoh aksi damai 411 dan 212 nanti rezim penguasa seperti kebakaran jenggot," ungkap Rachma.

Saat ini, sambung Rachma, garis demarkasi pun makin jelas. Genderang perang sudah ditabuh oleh Kapolri Tito Karnavian  dan Surya Paloh, dengan mengatakan  "makar dan lawan."

"Jadi siapa yang makar terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI? Ingat kata Bung Karno, Mahkamah sejarah yang akan menentukan," demikian Rachma. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya