Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan menggelar Aksi Nusantara Bersatu pada 30 November guna menjaga keutuhan NKRI.
"Saya rasa bagus ya apel massa yang digagas oleh Panglima. Namun hanya momen saja kurang tepat, saat akan ada Aksi Bela Islam III pada 2 Desember," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, Sabtu (26/11).
Mungkin kalau dilakukan dari dalu misalnya setiap menjelang Hari Kebangkitan Nasional atau bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, itu tidak tampak aksi apel tersebut sebagai buat-buatan untuk menyenangkan hati Presiden Joko Widodo.
"Nah kalau persatuan dan kesatuan Indonesia terancam seakan akan terjadi perpecahan dan makar pada Joko Widodo, lalu apa dong kerjaan Panglima TNI dan jajaran yang punya tugas senantiasa melakukan bina teritorial untuk menciptakan persatuan dan kesatuan nasional," ujar Arief.
Menurut Arief, Aksi Nusantara Bersatu yang digagas Panglima TNI tidak beda dengan rencana Aksi Mogok Nasional Buruh 2 Desember untuk tetap menjaga dan meningkatkan kesejahteraan buruh yang terancam oleh PP 78/2015 tentang Pengupahan
"Nah Aksi Nusantara Bersatu ini bentuk dari kegagalan dan pemguasaan ekonomi oleh asing selama ini akhirnya berdampak pada besaran anggaran TNI di APBN untuk melakukan program bina teritorial untuk tetap menjaga dan menciptakan persatuan dan kesatuan makanya perlu dibangkitkan kembali rasa persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia dari ancaman perpecahan," ungkapnya.
Tapi sebenarnya, tambah Arief, kalau Panglima TNI cerdas, awalnya sebuah persatuan dan kesatuan nasional terancam itu lebih banyak disebabkan oleh persoalan pemerataan ekonomi di masyarakat, dan keadilan hukum bagi masyarakat.
Saat ini sudah sangat jelas apa yang dilakukan Presiden Jokowi mengunakan visi ekonomi untuk menjaga Persatuan dan kesatuan nasional demi utuhnya NKRI dengan memfokuskan pembangunan diluar pulau Jawa dan pelosok pelosok tanah Jawa yang masih tertinggal
"Ya harapan saya Aksi Nusantara Bersatu jangan hanya jadi romantisme saja tapi realisasikan dengan kerja-kerja TNI yang lebih bisa melakukan pembinaan teritorial, misalnya dibuat program TNI Masuk Desa agar bisa menjadi sebuah program untuk bersama-sama rakyat menciptakan persatuan dan kesatuan nasional. Lalu anggaran TNI ya ditambahlah terutama untuk kesejahteraan anggotanya, program-program bina teritorial dan peralatan pemantau. Kalau cuma pakai Aksi Nusantara Bersatu sih nggak punya efek," demikian Arief.
[rus]