Berita

Tito Karnavian/Net

Politik

PPJ: Kapolri Keliru Sebut Aksi 212 Makar

SABTU, 26 NOVEMBER 2016 | 09:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian soal adanya upaya gerakan makar untuk menggulingkan pemerintahan yang sah pada Aksi Bela Islam 2 Desember mendatang merupakan pernyataan yang berlebihan.

Presidium Pemuda Peduli Jakarta (PPJ) Rizki Irwansyah menyebut respon dari Kapolri mengenai adanya upaya makar pada "Aksi 212" merupakan kekeliruan besar. Pasalnya, terjadinya Aksi Bela Islam I, II dan selanjutnya III jelas didasari atas cacatnya hukum di Indonesia.

"Kalau makar yang dimaksud oleh Kaporli menjatuhkan atau menggulingkan pemerintahan yang sah, ini keliru. Saya tegaskan lagi ini merupakan kekeliruan," ujar Rizki, Sabtu (26/11).


Menurut Rizki, kita bisa melihat sendiri mengapa Aksi Bela Islam terjadi hingga jilid III. Jelas bukan didasari oleh kepentingan untuk menggulingkan pemerintahan. Tetapi untuk menyerukan bahwa keadilan hukum di negeri ini harus ditegakan.

Ia mengangap penyataan adanya upaya makar yang dilontarkan mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu berlebihan, mengingat demostrasi untuk menyapaikan aspirasi merupakan hak warga negara dalam negara demokrasi sehingga tidak perlu dianggap makar.

"Pemerintah sudah terlalu berlebihan dalam menyikapi Aksi Bela Islam Jilid III. Demostrasi itu bagian dari demokrasi. Saya menyayangkan kemudian menghubungkan dengan penggulingan," ungkap Rizki.

Ia menegaskan kepada semua pihak, jangan ada yang membuat stigma negatif terhadap gerakan aksi massa. Demostrasi dewasa ini bukan lagi sebagai senjata untuk melakukan penggulingan kekuasaan. Ada jalur di konstitusi yang memungkinkan untuk mengganti pemerintahan. Penggulingan sudah di atur dalam mekanisme konstitusi di DPR dan MPR. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya