Berita

Nusantara

KRC Gelar Aksi Damai Dan Galang Dana Untuk Rohingya

JUMAT, 25 NOVEMBER 2016 | 08:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menyikapi bencana kemanusiaan yang baru-baru ini kembali menimpa etnis muslim Rohingya, Myanmar, Korps Reaksi Cepat (KRC) merupakan salah satu lembaga kemanusiaan yang turut bergabung dalam Aliansi Lembaga Kemanusiaan untuk Rohingya menyatakan prihatin atas kejadian yang menyebabkan setidaknya 69 jiwa muslim Rohingya terbunuh dan 243 orang lainnya ditangkap militer Myanmar.

"Kami secara tegas mengecam tindakan diskriminatif pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya dan juga pembantaian etnis di tanah air mereka sendiri," kata Direktur KRC Pusat, Liyuda Saputra, Jumat (25/11).

Liyuda juga mendesak semua pihak yang berkonflik untuk menahan diri dari ruang konflik yang lebih besar serta menghentikan kekerasan agar tidak menimbulkan korban baru lagi. Selain itu, lanjutnya pemerintah Indonesia seharusnya segera melakukan langkah taktis diplomatis dengan pemerintah Myanmar dan ASEAN.


"Secara praktis, KRC juga sudah menurunkan instruksinya kepada KRC cabang se-Indonesia untuk menggelar aksi unjuk rasa damai serentak di masing-masing daerah. Adapun untuk aksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya rencananya bakal dipusatkan di depan Kedubes Myanmar pada Jumat ini," tandasnya.

Selain aksi unjuk rasa, imbuh Liyuda, KRC juga akan menginstruksikan penggalangan donasi oleh KRC se-Indonesia selama satu pekan ke depan. Hasil penggalangan dana itu akan diberikan langsung kepada Muslim Rohingya melalui misi Humanitarian Flotilla for Rohingya.

Korps Reaksi Cepat (KRC) merupakan lembaga taksis yang fokus masalah kemanusiaan bentukan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). KRC telah bergerak bersama kader dan relawannya untuk turut membantu korban musibah serta melakukan penggalangan dana. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya