Berita

Zulkifli Hasan

Ketua MPR Sudah Lama Memprediksi Bakal Terjadinya Demo Besar

KAMIS, 24 NOVEMBER 2016 | 08:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan melihat sisi lain Aksi Bela Islam II pada 4 November (Aksi 411). Zulkifli menyebut bahwa demo besar-besaran itu tidak sekadar menuntut proses hukum dugaan penistaan agama, tapi juga merupakan puncak dari kegelisahan yang dialami masyarakat. Aksi demo itu sesungguhnya bersumber dari terjadi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

"Kita tidak khawatir dengan ekstrim kiri atau ekstrim kanan. Tapi, menurut saya, apa yang bakal kita hadapi adalah soal kesenjangan," kata dia ketika berbicara di Rapat Kerja Nasional II Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu malam (23/11).

Zulkifli sebenarnya sudah jauh hari memprediksi bakal terjadinya aksi demo yang terbesar selama ini. "Ini hanya persoalan waktu. Sebab, saya berkeliling, mendengar, dan menyerap aspirasi, merasakan apa yang dirasakan dan apa yang terjadi. Kita tidak khawatir terhadap ekstrim kiri atau ekstrim kanan. Tapi, menurut saya, yang bakal kita hadapi adalah soal kesenjangan," paparnya.


Ia mengungkapkan data-data yang memperlihatkan terjadinya kesenjangan itu. Misalnya data tentang keuangan di perbankan. Sebanyak 120 juta rakyat atau 97,6 persen menyimpan uang di bawah Rp 10 juta. Total jumlah tabungannya kira-kira Rp 500 triliun. Sedangkan 0,1 persen rakyat (dalam jumlah yang sangat kecil) memiliki tabungan rata-rata di atas Rp 5 miliar, total jumlah  tabungan Rp 1.500 triliun.

"0,1 persen orang itu menguasai 43,4 persen uang di perbankan. 0,1 persen itu terdiri atas 25 keluarga," ungkap Zulkifli menambahkan seperti dalam rilis Humas MPR.

Begitu pula kalau bicara soal lahan. Luas lahan Indonesia sekitar 190 juta hektar. Seluas 175 juta atau 93 persen luas daratan hanya dikuasai sekelompok orang. Sebesar 0,2 persen orang menguasai 50 persen tanah daratan. Itu sebabnya ketika mengunjungi Kabupaten Garut beberapa waktu lalu, Zulkifli mengungkapkan dari 100 petani hanya 4 orang yang punya lahan, sedangkan 96 petani tidak punya lahan.

Dari luas daratan itu, lanjut Zulkifli, sebesar 35 persen berupa konsesi tambang minyak, gas, nikel, batu bara. Konsesi itu dikuasai 1.194 orang. Dari jumlah itu 341 orang menguasai kontrak karya, 270 orang menguasai batu bara. Sebagian besar investasi dari luar.

"Kita lihat setelah 19 tahun demokrasi, demokrasi tujuannya adalah kesejahteraan. Karena itu demokrasi harus seiring dengan demokrasi ekonomi. Tetapi saya mengamati yang terjadi adalah demokrasi perselingkuhan. Inilah yang menyebabkan terjadinya kesenjangan," ucapnya.

Kondisi seperti itu ditambah tersumbatnya saluran untuk menyampaikan aspirasinya. "Partai Islam sudah mulai kehilangan kepercayaan. Parpol dianggap tidak mewakili aspirasi. Lalu mau kemana? Kegelisahan-kegelisahan itu tidak mendapatkan saluran yang tepat. Maka terjadilah aksi demo besar pada 4 Nopember tersebut," katanya.

Untuk menyelesaikan masalah berikutnya menghadapi rencana Aksi Bela Islam III pada 2 Desember (Aksi 212), Zulkifli mengusulkan menggunakan cara-cara Indonesia, yaitu dengan nilai luhur keIndonesiaan, silaturahim, saling berkunjung, sehingga membuat suasana sejuk dan teduh.

"Begitulah cara Indonesia dengan silaturahim. Dengan berdialog, paling tidak kalau ada sepuluh masalah, separuh bisa kita selesaikan," kata ketua umum PAN ini. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya