Berita

Tito Karnavian/Net

Politik

Polri Jangan Buat Gaduh Dengan Isu Makar

KAMIS, 24 NOVEMBER 2016 | 06:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kepanikan berlebihan yang ditunjukan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam menanggapi rencana Aksi Bela Islam pada 2 Desember (Aksi 212) dengan memunculkan isu makar sangat tidak relevan.

Demikian disampaikan pengamat sosial politik yang juga Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, Kamis (24/11).

Pasalnya, menurut Jajat, tuduhan makar yang digulirkan Kapolri tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan esensi unjuk rasa, yang merupakan tuntutan masyarakat terkait penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan.


"Jika baru sebatas menduga-duga sebaiknya Polri tidak perlu bersikap berlebihan, apalagi data yang didapat hanya dari media sosial. Jika benar ada data tersebut kenapa statemen Polri berbeda dengan statemen Menhan Ryamizard Ryacudu, bahkan Menko Polhukam Wiranto sendiri menyatakan bahwa Aksi 212 bukanlah makar. Saya kira dalam hal ini jelas siapa yang sebenarnya yang menyebarkan teror, seolah negara dalam keadaan genting," tutur Jajat.

Hingga saat ini siapa yang menjadi para aktor makar yang disebut-sebut oleh Kapolri tidak kunjung bisa dibuktikan

"Kalau baru sebatas "katanya" sebaiknya tidak perlulah disebar ke publik, cukup dilakukan tindakan sebagaimana aturan hukum yang berlaku. Jangan sebaliknya mengaburkan tujuan rencana aksi yang akan dilakukan oleh masyarakat" tutup Jajat. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya