Berita

Rachmawati Soekarnoputri/Net

Politik

Rachmawati: Ucapan Kapolri Dan Paloh Mirip Preman

RABU, 23 NOVEMBER 2016 | 07:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tokoh nasional yang juga putri Bung Karnor, Rachmawati Soekarnoputri menilai Indonesia sedang set back alias mundur seperti ke jaman kolonial.

Demikian diungkapkan Mbak Rachma, saapan akrabnya, menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh soal 'makar'.

"Ucapan Tito dan Surya Paloh, tuduh makar dan 'kita lawan' adalah ucapan mirip preman, bukan negarawan seorang pimpinan," kata Mbak Rachma kepada redaksi, Rabu (23/11).


Lanjut Mbak Rachma, pernyataan Kapolri dan Paloh merupakan ucapan orang panik paranoid dengan sikap otoriter, persis seperti Bung Karno menghadapi pemerintah kolonial Belanda dituduh makar karena melawan penguasa penjajah, dikenal dengan pasal 'exorsibitante rechten'.

Mbak Rachma yang juga pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) khawatir, Kapolri dan Paloh tidak tahu konsekwensi dari ucapan mereka.

"Ini artinya mengajak perang 'saudara'. Dan jika ini yang dikehendaki, jelas yang memprovokasi dan memecah belah NKRI adalah penguasa sendiri," ujar Mbak Rachma.

Di akhir komenarnya, Mbak Rachma mengimbau semua pihak agar jangan memutar balik fakta, bahwa fakta sejarah kaum penindas adalah yang sering memanipulasi kenyataan.

"Dengan sikap fasistis benar adanya kata Bung Karno kaum sana tidak akan mengerti dengan kaum sini, adanya hanya 'amuk bagai monyet dalam kegelapan'. Kenalilah sejarah-mencapai Indonesia merdeka," demikian Mbak Rachma. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya