Berita

Jokowi/Net

Politik

Gerindra: Kasihan Jokowi Disibukkan Gosip Makar

SELASA, 22 NOVEMBER 2016 | 11:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Gerindra tidak setuju dengan tudingan Pemerintah bahwa Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 "Aksi 212" disebut mempunyai tujuan terselubung, yaitu diduga ingin berupaya menjatuhkan pemerintah alias gerakan makar.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan, Aksi 212 hanya sebuah gerakan moral yang ditujukan kepada aparat hukum. Agar hukum diberlakukan sama kepada warga negara yang diduga telah menista agama.

Karena, sudah ada yurisprudensi bagi orang yang diduga menista agama, yaitu ditahan sebelum diadili di Meja hijau.


Karena itu, ajak Arief, pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk cooling down dan selalu berpikir positif, termasuk tentang Aksi 212.

"Dan harusnya mikir ada apa kok sampai bisa turun ke jalanlagi. Inikan berarti ada suatu yang tidak benar dalam penegakkan hukum atau rasa keadilan yang dirasakan masyarakat dalam kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Ahok," sebutnya, Selasa (22/11).

Jadi, lanjut Arief, percuma aja Presiden Jokowi punya banyak pembantu, tapi tidak bisa membantu atau menginformasikan yang tepat, untuk mengatasi persoalan yang ada di masyarakat

Ia menambahkan, kasian juga Polri dan TNI yang jadi garda terakhir untuk menjaga keamanan dan ketertiban dan tidak boleh berpolitik, jadi ikut-ikutan masuk ke arena politik dengan menyerukan akan adanya isu makar.

"Kasian Pak Joko Widodo Selalu disibukkan dengan isu-isu makar dan kudeta, yang padahal itu semua cuma gosip yang dibuat-buat oleh sebuah informasi yang meyesatkan. Aksi 212 hanya bertujuan untuk marwah Islam yang diduga dinistakan oleh seorang kepala daerah," tukas Arief. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya