Berita

Mahyudin/RMOL

Mahyudin Imbau Tak Ada Lagi Aksi 25 November Dan 2 Desember

SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 14:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi mengadakan demo setelah demo besar 4 November lalu. Pasalnya, substansi demo telah dipenuhi sehingga tidak perlu demo lagi.

"Setelah demo besar pada 4 November, secara subtansi sudah tidak perlu demo-demo lagi. Tidak usah ada demo-demo lagilah," kata Mahyudin kepada wartawan usai menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR di SMAN 6 Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (21/11).

Setelah demo besar 4 November terdengar kabar akan ada lagi demo besar pada 25 November. Namun Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI menyebutkan akan kembali berunjuk rasa pada 2 Desember untuk menuntut Basuki Tjahja Purnama atau Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penistaan agama agar ditahan.


Menurut Mahyudin, tuntutan para pendemo saat melakukan aksi pada 4 November sudah dipenuhi yaitu meminta Ahok untuk diproses secara hukum.

"Sekarang Ahok sudah tersangka jadi untuk apa demo-demo lagi. Tujuannya untuk apa demo-demo lagi," tanya Mahyudin.

"Demo itu bahaya. Rawan disusupi, rawan ditungangi penumpang gelap. Nanti yang susah kita juga, rakyat juga," imbuhnya.

Karena itu Mahyudin mengimbau untuk tidak melakukan unjuk rasa lagi. "Jadi saya imbau tidak usahlah demo-demo lagi. Kita dukung pemerintah sekarang yang menjalankan program-program sesuai misi visi presiden. Kalau ada yang semangat mau jadi presiden maju tahun 2019, jangan sekarang," kata politisi Golkar ini.

Mahyudin menambahkan dari dulu Bhinneka Tunggal Ika diuji terus. Dari dulu perbedaan dan perpecahan sudah ada.

"Kita merdeka baru 71 tahun. Dalam perjalanannya kita mengalami ujian. Dulu ada pemberontakan DI/TII, ada Permesta, ada G30 S. Jadi kebhinnekaan itu bukan luntur tapi sedang diuji," jelasnya.

Tetapi Mahyudin berpendapat belakangan ini semangat Bhinneka Tunggal Ika semakin kuat. Dia mencontohkan di Balikpapan.

"Contohnya Balikpapan. Balikpapan ini miniatur Indonesia. Semua suku ada di sini, semua agama ada di sini, mereka rukun. Tidak pernah ada perkelahian antar suku, antar agama. Tidak ada pertikaian yang berbau sara. Balikpapan ini yang paling kondusif. Saya kira Indonesia perlu belajar di Balikpapan ini," pungkasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya