Berita

Nusantara

Harusnya OJK Bina Koperasi Pandawa Bukan Menutup

SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 11:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dianggap terburu-buru menutup kegiatan koperasi Pandawa Group. Pasalnya, lembaga pengawas keuangan tersebut belum sepenuhnya mendalami kegiatan koperasi yang telah beroperasi sejak tahun 2007 ini.

"Harusnya OJK lebih mendalami kegiatan (Pandawa) yang selama ini selalu membantu pedagang kecil di pasar-pasar tradisional," kata salah satu Anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Group, Muhammad Iqbal dalam rilisnya, Senin (21/11).

Dan seharusnya, kata Iqbal, OJK melakukan pembinaan terlebih dahulu bukan langsung menutup kegiatan investasinya. Sebab, aktivitas investasi yang dilakukan salah satu koperasi terbesar di Depok ini murni menguntungkan semua pihak, mulai dari investor hingga pedagang lapak di pasar-pasar tradisional.


"Ratusan ribu pedagang lapak di pasar kami bantu tanpa agunan. Sekarang pertanyaannya ada tidak bank yang mau mengucurkan kredit tanpa agunan?" tanya anggota Pandawa lebih dari dua tahun ini.

Pria berumur 35 tahun ini meminta kepada OJK untuk berpihak kepada lembaga ekonomi kecil menengah dalam menjalankan bisnis dan bukan hanya terfokus mensuport lembaga keuangan skala besar yang seringkali manfaatkan kurang dirasakan masyarakat bawah.

Disadari atau tidak, kata dia, KSP Pandawa turut membantu peran pemerintah dalam upaya memberikan kredit kepada masyarakat bawah tanpa agunan yang selama ini tidak bisa dijangkau oleh bank konvensional. "Selama ini peran pemerintah sangat terbatas sehingga kami berupaya membantu mengatasi masalah bangsa," ucapnya.

Iqbal mengklaim saat ini jumlah total anggota KSP Pandawa yang aktif lebih dari sejuta orang tersebar di seluruh Indonesia. "Akan ada goncangan ekonomi besar bila sampai ditutup," tandasnya.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta ini mengaku diuntungkan dengan adanya investasi ala Pandawa yang memberi keuntungan saban bulannya kepada setiap anggotanya. "Ini sangat mensejahterakan seluruh anggota," katanya.

Sebab, selama ini dengan model aturan koperasi yang ada baru dirasakan manfaatnya setelah setahu menjadi anggota. "Kalau ini terjadi, anggota koperasi kurang merasakan manfaatnya," kritiknya.

Iqbal mengklaim, saat ini kondisi KSP Pandawa sangat sehat dan terus berkembang. "Kalau bermasalah tentu sudah kolaps dari awal. Kami telah beroperasi hampir 10 tahun, tapi sampai sekarang tetap eksis dan jumlah anggota semakin bertambah," jelasnya.

Untuk itu, dia meminta kepada OJK selalu mendukung inovasi bisnis yang diinisiasi anak bangsa karena selama ini kerap dianaktirikan dan dijerat dengan aturan bermacam-macam yang membuat usaha kecil sulit tumbuh dan berkembang. "Seharusnya terus didampingi agar semakin membesar karena yang diuntungkan nantinya juga bangsa Indonesia," tandasnya.

Saat ini sudah terlihat gejala ekonomi Indonesia mulai dikuasai pihak asing yang bila tidak dibatasi akan menghancurkan usaha kecil menengah. "Beberapa tahun ke depan bangsa kita hanya sebagai penonton," pungkasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya