Berita

Mahyudin

MPR: Perlu Penguatan UU Terorisme

SABTU, 19 NOVEMBER 2016 | 09:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kasus bom di gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, merupakan salah satu bukti bahwa penanganan terorisme di Indonesia selama ini masih dianggap gagal. Adalah Wakil Ketua MPR Mahyudin menyatakan hal itu kepada wartawan di Sangatta, Kutai Timur, Jumat kemarin (18/11).

Mahyudin menyatakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan tentang kasus bom di gereja Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur, pertengahan November lalu. Program deradikalisasi yang dijalankan selama ini tidak menjamin seorang teroris yang telah menjalani hukum, kemudian dibebaskan, tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Dia menunjuk pelaku bom di Samarinda itu. Pelakunya diketahui adalah orang yang pernah dipenjara dalam kasus terorisme, lalu dibebaskan dengan pengawasan, dan ternyata kecolongan. Ia kembali mengulangi lagi perbuatannya, seperti ia lakukan di gereja Oiukumene Samarinda tersebut.


Untuk mencegah perbuatan terorisme, menurut Mahyudin, harus dilakukan dengan merevisi Undang Undang Anti Terorisme. Dengan penguatan UU Terorisme, yang kini sedang berjalan di DPR, politisi Partai Golkar ini berharap, bisa mengantisipasi kemungkin bahwa pelaku yang sudah dinyatakan insyaf tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Begitu pula MPR. Melalui program sosialisasi Empat Pilar menyampaikan kepada masyarakat yang mengikuti sosialisasi Empat Pilar untuk tidak takut pada terorisme. Karena tujuan terorisme, menurut Mahyudin, adalah untuk melemahkan mental kita supaya kita terpengaruh.

"Maka dengan penguatan Pancasila kita sampaikan kepada mereka (masyarakat) untuk tidak perlu takut," ungkap Mahyudin.

Negara akan bekerja keras melindungi segenap rakyatnya. Jadi, kata mantan Bupati Kutai Timur ini, terorisme harus kita lawan, harus kita hadapi secara bersama-sama.

Dan, MPR akan terus menanamkan nilai-nilai Pancasila untuk segenap rakyat Indonesia. "Kalau semua rakyat Indonesia dengan sebenar-benarnya mengamalkan Pancasila dengan baik, saya yakin di Indonesia akan lahir sebuah persatuan yang kuat, tidak bisa dipecah belah, dan tak bisa diobok-obok. Itulah yang ingin kita capai melalui kegiatan sosialisai Empat Pilar MPR," kata Mahyudin. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya