Berita

Politik

Karnaval Cinta NKRI 20 November Akan Diikuti 20 Ribu Orang

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 18:03 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Relawan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan menggelar "Karnaval Cinta NKRI" pada Minggu mendatang (20/11), di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, atau tepatnya di kawasan Patung Kuda hingga Bundaran Hotel Indonesia.

Karnaval yang dirangkai dengan berbagai kegiatan seni budaya itu bermisi merawat dan menyiram perdamaian, toleransi, harmoni dan persaudaraan kebangsaan.

"Generasi kita harus bersama-sama menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," ucap relawan NKRI, Birgaldo Sinaga, dalam jumpa pers di Sekretariat Arus Bawah Jokowi (ABJ), di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/11).


Konferensi pers diikuti sejumlah relawan NKRI, diantaranya M. Yamin, Sihol Manulang, Michael Umbas, Yayong Waryono, Andi Gani Nena Wea, Hendrik Sirait, Silver Matunina, Jeng Sami dan beberapa relawan lain.

Dikatakan Birgaldo, "Karnaval Cinta NKRI" akan diikuti sedikitnya 20 ribu orang. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah karena kegiatan bersifat terbuka.

"Bagi mereka yang cinta tanah air, cinta perdamaian, dan cinta persaudaraan juga dipersilakan hadir," katanya.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan rangkaian kegiatan pelepasan Balon Cinta NKRI, pengibaran 17.500 bendera Merah Putih dan atraksi Budaya Nusantara.

Karnaval berbentuk parade budaya menghadirkan Reog Ponorogo, Gondang Batak, Angklung, Rebana, Barongsai, Parade Lagu Kebangsaan hingga Drum Band.

"Karnaval Cinta NKRI berangkat dari keprihatinan atas berbagai peristiwa yang mengoyak semangat ke-Indonesiaan kita belakangan, terakhir peristiwa di Samarinda," jelas Birgaldo.

Silver Matinina menambahkan bahwa semua rakyat harus menyadari pentingnya bingkai NKRI. Istilahnya, ketika ada saudara yang sakit maka semua ikut terluka. Penekanan itu menegaskan bahwa kegiatan Karnaval Cinta NKRI semata-mata untuk menjaga NKRI tanpa agenda politik tertentu.

"Terlepas ada peristiwa politik belakangan, itu bagian dari perjalanan waktu untuk kematangan kita ber-Indonesia. Kita sebagai anak bangsa tidak boleh membiarkan pohon kebangsaan yang telah ditanam bapak bangsa kita layu," katanya.

"Kita mengajak segenap anak bangsa untuk bersama-sama merawat agar pohon kebangsaan rindang kembali, membawa kedamaian, kuat kembali," tambah Silver.

Sementara itu, Veldy Reynold menyatakan perbedaan pandangan dan sikap dalam politik adalah rahmat. Tantangannya adalah bagaimana mengelola perbedaan pendapat itu menjadi suatu kekuatan bagi pembangunan Indonesia ke depan.

"Jangan sampai perbedaan sikap dibelokkan menggunakan isu SARA. Itu cara-cara inkonstitusional, melawan UU dan sangat berbahaya bagi perjalanan peradaban kebangsaan," pungkas Veldy. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya