Berita

Mahyudin

Mahyudin: Sistem Pemilu Perlu Dievaluasi

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 13:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR, di Gedung Serbaguna Kantor Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Jumat (18/11). Sosialisasi atas kerja sama MPR dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Teluk Pandan dihadiri sebanyak 400 warga se-Kecamatan Teluk Pandan.

Mahyudin yang juga mantan Bupati Kutai Timur hadir bersama Anggota MPR Fraksi Partai Golkar (HC) Popong Djundjunan sebagai narasumber, serta Ketua DPRD Kutai Timur Mahyunadi, dan Camat Teluk Pandan Syaifudin.

Mahyudin dan romongan tiba di lokasi acara disambut oleh sebuah tari dengan gerakan pencak silat, lalu dilanjutkan pengalungan bunga oleh tiga siswa sekolah dasar berpakaian adat Bugis, dan begitu Mahyudin akan memasuki tempat acara disambut tarian Jepen, sebuah tarian pesisiran untuk menghormati tamu.


Di depan para peserta sosialisasi yang terdiri dari para petani anggota KTNA bersama masyarakat Kecamatan Teluk Naga, Mahyudin, menjelaskan panjang lebar mengenai apa itu MPR, apa fungsi dan tugas-tugasnya. Selain memiliki tugas-tugas konstitusional, MPR sebagai lembaga negara juga memiliki tugas menyosialisasikan Empat Pilar, sesuai amanat UU 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Selain itu, menurut Mahyudin, MPR juga punya tugas melakukan kajian tantang pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945. Salah satu yang menjadi konsen MPR, menurut Mahyudin, adalah pelaksanaan UU tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

UU Pemilu yang ada sekarang, jelas Mahyudin, membuat banyak sekali kepala daerah dan gubernur masuk penjara.

"Memang mereka tidak punya niat maling, tapi undang-undang yang ada membuka kesempatan untuk itu, maka waspada lah," ujar Mahyudin.

Oleh karena itu, menurut Mahyudin, UU Pemilu perlu dievaluasi. Sebab, pemilu yang sekarang menganut suara terbanyak membuat partai politik tidak bisa mengontrol. Dan, juga membuat orientasi partai politik jadi berbeda.

"Karena partai politik mau menang maka direkrut orang-orang yang populis," ujar Mahyudin.

Oleh karena itu, Mahyudin mengusulkan agar sistem pemilihan umum merupakan kombinasi sistem terbuka dan tertutup.

"Agar kualitas pemilu tetap terjaga," harap politisi Golkar ini seperti dalam rilis Humas MPR. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya