Berita

SBY-Jokowi/Net

Politik

Jokowi Perlu Silaturahim Ke Cikeas Atau Undang SBY Ke Istana

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 10:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pengamat politik senior Muhammad AS Hikam menilai Presiden Joko Widodo saat ini sedang menjalin 'kemesraan politik' tingkat tinggi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Kemarin, Prabowo menemui Jokowi di Istana Negara Jakarta, sebagai kunjungan balasan. Dimana, Prabowo lebih dulu menerima Jokowi di Hambalang, tempo hari atau sebelum demo 4 November digelar.

Bagi AS Hikam, bukan kunjungan balasan Prabowo atau statemen keduanya yang menarik untuk dicermati. Tetapi, mengapa Jokowi mengundang Prabowo, bukan Presiden keenam RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


"Pertanyaan ini penting saya kira karena SBY baru sempat bertemu dengan Menko Polhukam Wiranto dan Wapres JK, dan setelah itu membuat pertemuan pers di Cikeas dan menyampaikan pidato "Lebaran Kuda" yang terkenal itu, hanya beberapa hari sebelum demo 411. Kita kemudian membaca statemen Presiden Jokowi bahwa demo yang damai tersebut berakhir ricuh karena ada pihak-pihak yang menungganginya," kata dia seperti dikutip dari aku facebooknya, Jumat (18/11).

Pertanyaan pun muncul di ruang publik mengenai siapa atau pihak mana yang ditengarai sebagai penunggang demo yang konon terbesar dalam sejarah Republik itu. Menurut AS Hikam, tentu saja yang paling mudah adalah lawan-lawan politik Jokowi dan dalam spekulasi publik dan media termasuk SBY atau Prabowo yang merupakan pimpinan oposisi.

"Nah, jika Presiden Jokowi malah menjalin kemesraan politik dengan Prabowo Subianto dan belum mengundang SBY untuk bertemu, apakah lalu spekulasi tentang sang penunggang itu arahnya kepada yang disebut terakhir itu? Wallahua'lam. Sebab pihak Istana tidak pernah memberikan jawaban yang transparan," ujar AS Hikam.

Yang jelas, lanjut dia, di media nasional dan bahkan internasional, ihwal keterkaitan SBY dalam demo dan kasus Ahok makin mendapat sorotan. Bukan hanya itu, bahkan ada pihak-pihak yang melaporkan SBY ke Bareskrim dengan tuduhan pidatonya pada 2 November 2016 dinilai mengandung hasutan dan menyebar kebencian, serta pernyataan dorongan terhadap umat Islam untuk tetap berdemonstrasi.

Jadi, pertanyaan mengapa SBY tidak dikunjungi atau diundang Presiden Jokowi untuk bertemu bisa berpotensi memperluas spekulasi politik tersebut. Dan menurut hemat AS Hikam, itu seharusnya tidak terjadi.

"Saya kira Presiden Jokowi perlu juga melakukan silaturrahim ke Cikeas ataupun mengundang mantan Presiden keenam tersebut ke Istana, untuk menunjukkan kepada rakyat Indonesia bahwa spekulasi tentang adanya ketegangan antara kedua pemimpin tersebut tidak benar," ucap doktor politik lulusan Hawaii of University AS ini.

Dan ini juga akan membantu pendinginan suasana yang sempat panas dan yang bisa jadi akan memanas apabila pihak-pihak yang menginginkan destabilitas nasional terjadi memanfaatkan spekulasi tersebut.

"Dan saya yakin Presiden Jokowi sudah menunjukkan kepiawaian berkomunikasi politik dengan "blusukan ke atas" yang ternyata berbuah sukses itu," demikian AS Hikam. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya