Berita

Foto/Humas MPR

Merawat Bahasa Daerah Adalah Menjaga Kebhinnekaan

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 07:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono menghadiri acara diskusi 'Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat', di Ruang Presentasi Perpustakaan Setjen MPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/11). Acara dengan tema sentral 'Merawat Bahasa Daerah' ini juga dihadiri Anggota MPR dari Fraksi PKB, Khrisna Mukti, Kepala Perustakaan MPR, Roosiah Yuniarsih, dan para penulis, penyair, serta budayawan.

Salah satu alasan utama penyelenggaraan diskusi tentang bahasa daerah adalah karena rasa kepedulian dan kekhawatiran sebagai anak bangsa, melihat fakta sekitar lima belas bahasa daerah Indonesia sudah punah dan sekitar seratus berpotensi terancam punah.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf Cahyono menyampaikan, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia yakin, kegiatan ini bisa memberi kontribusi besar pada upaya menjalin kualitas Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus melestarikan kebudayaan yang beragam dan menjaga kebhinnekaan.


"Kegiatan ini, tidak jauh dari upaya yang dilakukan MPR yakni Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan berbagai metode penyampaian," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perustakaan MPR, Roosiah Yuniarsih mengungkapkan rasa bahagianya karena dari enam puluhan penulis, penyair, dan budayawan yang meramaikan acara tersebut, kebanyakan baru pertama kali mengunjungi gedung MPR. Bahkan ada sengaja datang jauh dari Aceh. Dan rata-rata merasa bangga bisa berada dalam acara itu.

Hal senada juga diungkapkan Krisna Mukti, yang memuji penggagas acara. Dalam acara itu, Khrisna berpartisipasi membacakan puisi karya Na Dhien yang merupakan puisi favorit di Ubud Writers and Readers Festival 2016, yang berbahasa Jawa.

"Jujur saya akui, saya terbiasa berbahasa Betawi ketimbang bahasa Jawa, sampe dingin tangan saya ini," akunya, disambut tawa peserta.

Acara ini sendiri, selain diramaikan dengan pembacaan puisi dalam berbagai bahasa daerah, acara diisi dengan membahas novel trilogi Si Tumoingkarangan Saut Poltak Tambunan dalam bahasa Batak, yang dimoderatori Kurnia Effendi. Sebelumnya  penulis menyerahkan satu set novel tersebut kepada Krisna Mukti. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya