Berita

Gatot Nurmantyo

Pertahanan

Panglima TNI: Pemuda Indonesia Jangan Mudah Terprovokasi

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 07:35 WIB | LAPORAN:

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan pemuda Indonesia harus bersatu, jangan mudah terprovokasi dan terpecah belah serta terhasut oleh kelompok-kelompok yang tidakbertanggung jawab dengan tujuan ingin memecah belah bangsa Indonesia.

"Mari kita bangkit bersama dan bersatu padu demi kejayaan Indonesia yang kita cintai bersama," kata Panglima TNI usai memberi kuliah umum di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timur, Kamis (17/11).
 
Panglima TNI juga mengatakan bahwa, bangsa Indonesia dapat merdeka karena pemudanya bersatu, saling bahu membahu, bergotong-royong dan meninggalkans egala ego masing-masing bersama seluruh lapisan masyarakat berjuang dalam meraih kemerdekaan Indonesia.


"Mahasiswa sebagai tulang punggung dan pemersatu bangsa berjuang demi mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia," ujarnya.
 
"Kita akan menjadi bangsa pemenang, kuncinya adalah kita harus merawat kebhinnekatunggalikaan yang merupakan central of gravity bangsa Indonesia," kata Panglima TNI menambahkan seperti dalam rilis Puspen TNI.
 
Menghadapi kompetisi global saat ini, Panglima TNI mengajak seluruh komponen bangsa agar memahami situasi dan mewaspadai kompetisi tersebut. Menurutnya, saat ini kita hidup dalam kompetisi global, dimana hal tersebut akan berdampak terhadap negara Indonesia karena memiliki sumber daya alam yang melimpah.

"Indonesia merupakan tempat harapan hidup masa depan bagi semua bangsa,: ujarnya.
 
Sementara itu, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa ancaman nyata yang dihadapi bangsa Indonesia, yaitu proxy war yang dilakukan oleh negara-negara lain yang menginginkan kekayaan alam Indonesia, sehingga perlu diwaspadai.
 
"Indonesia sebagai negara equator yang sangat kayaakan sumber daya alam adalah warning yang perlu diwaspadaidan menjadi kekhawatiran bangsa Indonesia dimasa yang akan datang," tegasnya.
 
Terkait aksi terorisme di Indonesia, Panglima TNI menegaskan bahwa pemberantasan aksi terorisme di Indonesia, diperlukan landasan konstitusional yang menjadi dasar dalam mengambil langkah preventif untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara dari bahaya terorisme.
 
Terakhir, Panglima TNI menambahkan, ada enam perspektif ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia di masa depan yaitu, menipisnya cadangan minyak dunia; meningkatnya jumlah penduduk dunia; berkurangnya sumber pangan, air dan energi; masalah terorisme; meningkatnya penyalahgunaan narkoba; dan persaingan ekonomi global yang ketat.
 
"Apabila perspektif ancaman bangsa Indonesia di masa depan tidak dikelola dengan baik, maka bangsa Indonesia bisa bernasib sama seperti beberapa negara Arab Spring yang mengalami konflik atau perang saudara," pungkasnya. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya