Berita

Foto: RMOL

Politik

Aksi 25 November Berpotensi Berubah Menjadi Revolusi Nasional

Korban Utamanya Ahok dan Jokowi
KAMIS, 17 NOVEMBER 2016 | 19:37 WIB | LAPORAN:

Ada empat poin utama yang disampaikan Fuad Bawazir dalam diskusi kebangsaan "Kasus Ahok, Sasar Jokowi" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/11).

Pertama, terkait rencana demo akbar lanjutan, 25 November mendatang oleh Gerakan Nasional Pendukung Fatwa - Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

"Rencana demo damai 25 November, berpotensi berubah menjadi revolusi nasional dengan korban utamanya Ahok dan tumbangnya Jokowi," ujar mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto ini.


Menurut Fuad, demo akbar itu juga berpotensi menyebabkan krisis ekonomi sebagai imbas dari gejolak sosial politik. Publik akan takut dan menarik uang tunai dari semua Bank.

"Sehingga kurs rupiah bisa cenderung ambruk dan dikhawatirkan pengusaha pada ngacir, dan lainnya," ungkapnya.

Poin ketiga, lanjut Fuad, terkait akibat kerusuhan sosial yang bakal berimbas pada krisis politik dan ekonomi.

Dia menyesalkan, pihak pemerintah kurang peka karena tidak bersikap secara arif dan bijaksana untuk mencegah hal tersebut.

"Saya pun sedih melihat sikap pemerintah aneh dan lucu, potensi nyata di depan mata itu bukannya disikapi dengan arif dan cerdas. Tetapi sepertinya dengan langkah panik yang menurut hemat saya justru keliru," urai mantan ketua KAHMI itu.

Kemudian, di poin keempat, Fuad menilai safari politik dan kunjungan Presiden Jokowi ke Markas TNI-Polri  sebagai langkah provokatif dan show of force.

Hal itu, kata Fuad, justru menimbulkan kontroversi, sinisme dan spekulasi di tengah publik.

"Saya ingatkan bahwa seloyal-loyalnya TNI dan Polri kepada Presiden, pasti akan lebih loyal kepada rakyat," demikian Fuad.

Dalam diskusi tersebut, Fuad didampingi narasumber lainnya dari beverapa kalangan tokoh nasional. Mulai dari budayawan Ridwan Saidi, aktivis 98 Sri Bintang Pamungkas, hingga Ketua Umum PB HMI Mulyadi Tamsir. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya