Berita

Luar Biasa, Perusahaan Swasta Melek Empat Pilar MPR

KAMIS, 17 NOVEMBER 2016 | 17:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono sangat antusias mendengar permintaan untuk mendapatkan Sosialisasi Empat Pilar MPRdari beberapa perusahaan swasta di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (17/11).

Menurutnya, hal tersebut sangat luar biasa. Ketertarikan perusahaan swasta terhadap pemahaman Empat Pilar MPR (Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara) sangat pantas dihargai.

"Sangat luar biasa bagi saya. Biasanya peserta sosialisasi dari kalangan pemerintah, militer, polisi, ormas, parpol, dan akademisi kampus. Tapi, ternyata perusahaan swasta berminat juga," kata Ma'ruf usai menjadi narasumber utama acara Sosialisasi Empat Pilar MPR kerja sama MPR dengan PT. Pura Barutama (Pura Group), di Hotel HOM, Kudus, Jawa Tengah, Kamis.


Pemasyarakatan Empat Pilar, lanjut Ma'ruf, adalah diperuntukkan  untuk semua elemen masyarakat tanpa kecuali.  Pemahaman Empat Pilar MPR juga menyentuh seluruh segmentasi dari anak kecil sampai dewasa, dari pelajar SD sampai mahasiswa bhalan akademisi kampus semua disentuh.

"Empat pilar adalah universal. Dalam melakukan sosialisasi, MPR memang tidak boleh mendiskriminasi, termasuk pihak swasta semua memiliki hak yang sama. Bahkan sangat bagus jika pihak swasta memahami Empat Pilar MPR maka akan terinternalisasi dalam lingkungan kerja mereka," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Vice president PT. Pura Barutama Johanes Slamet Harjanto sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan MPR untuk melakukan pemahaman nilai luhur bangsa yang ada dalam empat pilar MPR.  Bukan saja ada yang menarik dalam empat pilar tapi memang sangat penting.

"Bagi kami Pura group sudah berskala internasional, ada 27 divisi, sudah melakukan eksport di 60 negara, tentu saja Pura didukung SDM yang banyak sekitar 13 ribu karyawan yang sangat beragam. Karyawan kami tidak hanya orang  Jawa tapi banyak orang luar Jawa juga. Karena keragaman inilah, maka saya yakin pemahaman akan Pancasila akan melengkapi perusahaan kami," ungkapnya.

Diutarakan Johanes, ia melihat upaya pemahaman Pancasila akan mampu menciptakan suasana kerja yang saling menghormati, tidak lagi melihat perbedaan sebagai ancamam. Yang pada akhirnya akan tecipta kesatuan dan sangat berdampak baik untuk produktifitas kerja. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya