Berita

Zulkifli Hasan

Zulkifli Dukung Peningkatan Keterwakilan Perempuan Di Parlemen

KAMIS, 17 NOVEMBER 2016 | 16:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) meminta Ketua MPR RI Zulkifli Hasan untuk memperjuangkan pasal-pasal dalam Rancangan Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Pemilu yang bisa mendukung keberadaan perempuan dalam politik.

Permintaan itu disampaikan KPPI dalam pertemuan dengan Ketua MPR di Ruang Kerja, Gedung Nusantara Lantai 9 Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/11).

KPPI adalah organisasi yang menghimpun anggota partai politik perempuan yang berada di luar parlemen. Kader perempuan lintas partai itu berasal dari 10 partai-partai yang lolos parliamentary threeshold.


Dalam pertemuan itu, Ketua Umum KPPI Ratu Dian Hatifah didampingi beberapa pengurus. Dalam kesempatan itu Ratu Dian menyampaikan undangan kepada Ketua MPR untuk menghadiri Kongres Ke V KPPI pada 16 Desember 2016 di Jogyakarta. Kongres ini akan dibuka Sri Sultan Hamengkubowono X.

Selain menyampaikan undangan, Ratu Dian juga mengungkapkan KPPI merupakan wadah untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam parlemen di Indonesia. Karena itu berkaitan dengan pembahasan RUU Pemilu di DPR, KPPI juga meminta Ketua MPR turut memperjuangkan pasal-pasal dalam RUU itu yang bisa meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen.

Menurut Ratu Dian, saat ini keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia baru sekitar 16 persen. Dari jumlah itu sebanyak 7 provinsi tidak memiliki wakil perempuan. Selain itu, dari jumlah anggota DPD sebanyak 132 orang, jumlah perempuan hanya 24 orang.

"RUU Pemilu yang sedang dibahas DPR diharapkan bisa mengadopsi peningkatan jumlah perempuan di Indonesia," ujarnya.

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengakui bahwa jumlah perempuan politik di parlemen masih rendah. Beberapa negara seperti di Aljazair atau Nepal, jumlah perempuan sudah melewati 25 persen. Bahkan Zulkifli memperkirakan kuota perempuan di parlemen bisa melebihi 30 persen.

"Bahkan seharusnya 40 persen," katanya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya