Berita

Foto/Humas MPR

Ketua MPR Bahas Kebangsaan Dengan GMNI

KAMIS, 17 NOVEMBER 2016 | 16:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menerima audiensi Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/11). Dalam pertemuan itu dibahas masalah kebangsaan.

Kepada ketua MPR, delegasi GMNI yang dipimpin Ketua Presidium Chrisman Damanik, melaporkan rapat koordinasi nasional (Rakornas) GMNI yang sudah berlangsung pada 9 - 11 Nopember 2016. Dalam Rakornas GMNI itu dibahas isu-isu kebangsaan seperti soal kebhinnekaan.

Menurut Chrisman, para mahasiswa dituntut untuk berperan aktif dan objektif di tengah berbagai kepentingan. Para mahasiswa harus menempatkan kepentingan negara agar tetap kondusif.


"Hasil Rakornas merupakan pengejawantahan agar Indonesia ke depan semakin lebih baik," katanya.

Dalam pertemuan itu, ketua MPR menjelaskan panjang lebar isu kebangsaan khususnya Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, reformasi menghasilkan banyak kemajuan. Namun, di sisi lain, terjadi penurunan wawasan kebangsaan. Dia mencontohkan hilangnya mata pelajaran seperti PMP (Pendidikan Moral Pancasila) dalam kurikulum pendidikan, penataran P4, hilangnya BP7.

Dalam soal kebhinnekaan, menurut Zulkifli, bangsa Indonesia sudah terlatih dengan keragaman.

"Maka kita punya Bhinneka Tunggal Ika. Sejak 71 tahun lalu sudah ada kesadaran kebhinnekaan itu," jelasnya.

Zulkifli mengajak kader GMNI untuk merawat kebhinnekaan itu.

"Nilai luhur ini harus kembali digelorakan. Caranya dengan merawat kebhinnekaan dengan menjadikan sebagai perilaku seperti saling menghargai dan menghormati," ujarnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya