Berita

Ahok/Net

Politik

Nelson Mandela Dan Ahok Ibarat Langit Ketujuh Dan Dasar Bumi

RABU, 16 NOVEMBER 2016 | 15:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Entah apa yang ada di pikiran Basuki Thahaja Purnama, sehingga menyamakan diri dengan Nelson Mandela.

Sebab di antara keduanya, bukan hanya dipisahkan oleh jarak geografis yang jauh, juga dipisahkan oleh kepribadian dan karakter yang sangat berbeda. Tidak ada cerita, Mandela suka marah-marah. Sementara Ahok, begitu Basuki Tjahaja disapa, bisa dikatakan tak ada hari tanpa kemarahan.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Auflkarung Institute, Dahroni Agung Prasetyo, dalam keterangan kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 16/11).


Agung menjelaskan, Mandela merupakan seorang revolusioner anti-apartheid. Pada tahun 1962, Nelson Mandela dituduh melakukan sabotase. Ia juga dituding melakukan upaya makar terhadap pemerintah. Nelson Mandela pun dihukum penjara seumur hidup di Pengadilan Rivonia.

Setelah keluar tahanan pada tahun 1989, Mandela menyampaikan komitmen pada perdamaian dan rekonsiliasi, Mandela pun terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999.

"Jadi Mandela adalah seorang pejuang yang dicintai rakyat, bukan pemimpin yang dimusuhi rakyat," ungkap Agung.

Hal ini, sambung Agung, berbeda sama sekali dengan Ahok. Ahok merupakan contoh penguasa yang sama sekali tidak berjuang untuk perdamaian. Bahkan, Ahok sama sekali tak berpihak pada rakyatnya. Hal ini terlihat jelas dari berbagai penggusuran yang ia lakukan, tanpa melalui proses dialog.

Selain itu, sambung Dahroni, Mendela juga berbeda dengan kasus Ahok. Ahok, selain menjadi tersangka kasus penistaan agama, juga terseret ke dalam berbagai kasus korupsi, seperti kasus lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

 "Jadi Ahok dengan Mandela itu ibarat langit ketujuh dengan dasar bumi," tegas Agung.

Agung pun menyarankan Ahok untuk lebih tenang sehingga tak terus menerus melontarkan komentar yang tidak relevan, dan bahkan bisa menimbulkan kontroversi baru. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya