Berita

Rachmawati Soekarnoputri/Net

Politik

Rachmawati Soekarnoputri: Amandemen UUD Merusak Tujuan Revolusi Indonesia

RABU, 16 NOVEMBER 2016 | 15:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Secara sosiol-ekonomi, UUD 1945 hasil amandemen telah merubah bentuk, arah dan tujuan revolusi Indonesia, sosialisme Indonesia, yaitu terbentuknya susunan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur tanpa eksploitasi, sebagaimana amanat Sila kelima Pancasila, menjadi ke arah neokapitalisme berdasarkan prinsip-prinsip neoliberalisme, free market oriented dan survival af the fittest.

Pengelolaan negara lebih ditentukan dan dikendalikan oleh para kapitalis pemilik modal (plutokrasi), serta menghamba kepada kepentingan dari perusahaan-perusahaan besar (corporatocracy), yang tidak membawa misi kepentingan nasional bagi kesejahteraan rakyat, tetapi malah menguasai dan menggerus sumber daya ekonomi maupun sumber daya alam tanpa peduli dengan kepentingan ekonomi rakyat banyak.

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno yang juga Pendiri Universitas Bung Karno (UBK), Rachmawati Soekarnoputri saat memberikan orasi ilmiah dengan tema "Kembali Ke UU 1945 Asli" dalam Sidang Senat ke XIV UBK di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (16/11).


Putri Bung Karno ini menjelaskan, praktik-praktik neokapitalisme antara lain ditandai dengan. Pertama, semakin memudar dan surutnya aktualisasi nilai-nilai Pancasila, baik sebagai phillosofishe gronddlag, way of life maupun sebagai ideologi bangsa. Kedua, tidak hadirnya peran negara dalam berbagai urusan kemasyarakatan.

"Ketiga, hegemoni dan dominasi pasar bebas, yang menjadikan bangsa kita menjadi bangsa konsumen," ujar Rachmawati.

Dalam kondisi demikian, lanjut Rachmawati, maka kini negara telah berubah menjadi pasar bebas, bebas menjual apa saja, tidak hanya SDA dan SDM, bahkan kedaulatan negara pun bisa dijual. Negara membiarkan rakyat bertarung berhadapan dengan kaum kapitalis tanpa keberpihakan.

"Yang menjadi memprihatinkan lagi, Indonesia kini telah menjadi mandala konfrontasi penguasaan eksploitasi atas sumber daya ekonomi nasionallnya untuk kapitalis global, teritama dalam bidang energi, pangan, dan keuangan melalui pola-pola proxy-war," tukasnya.

Sidang Senat ke XIV Universitas Bung Karno (UBK) ini mewisuda sebanyak 1.388 mahasiswa dari lima fakultas di lingkungan UBK. Tidak hanya itu, angkatan pertama Institut Kepemimpinan Soekarno (IKS) sebanyak 24 orang juga ikut diwisuda. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya