Berita

Foto/Net

Politik

Negara Didesak Hadir Atasi Persoalan Petani Tembakau

RABU, 16 NOVEMBER 2016 | 12:08 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gerakan Masyarakat Tembakau Indonesia (Gemati) mendesak pemerintah sebagai penyelenggara negara, hadir langsung mengatasi persoalan yang sedang melilit para petani tembakau di Tanah Air.

"Hadirnya negara dalam penyelesaian persoalan riil masyarakat petani tembakau menjadi penting," tegas Sekjen Gemati, Syukur Fahrudin di Jakarta, Rabu (16/11).

Menurut dia, gonjang ganjing UU Pertembakauan masih menjadi bola panas yang terus diperbincangkan. Namun sayangnya, perbincangan UU Pertembakauan tersebut jauh dari derita yang dialami oleh petani tembakau.


Panen raya yang menyisakan isakan duka bagi para petani tembakau lantaran gagal panen yg disebabkan cuaca yang kurang berpihak sehingga menjadikan kualitas produk tembakau petani menjadi buruk.

Hadirnya negara dalam penyelesaian persoalan riil masyarakat petani tembakau menjadi penting. Spirit dari UU pertembakauan hendaknya bertumpu pada kelestarian dan kesejahteraan petani tembakau itu sendiri.

"Kami melihat bahwa ancaman yang hari ini nyata dan riil harus ditangani," kata Syukur dalam keterangnnya.

Gemati meminta pemerintah menjamin adanya pembelian ketika gagal panen yang disebabkan cuaca. Butuh peran pemerintah selaku penikmat cukai dan pabrikan selaku pengguna bahan baku  utama tembakau.

"Selain itu, penataan tataniaga pertembakauan yg sampai saat ini timpang dan merugikan petani tembakau," ujar dia.

Gemati juga menolak ratifikasi FCTC sebagai bentuk ancaman internasional yang hanya akan membunuh petani tembakau. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya