Berita

Politik

Zulkifli Hasan: Pemimpin Harus Merawat Kebhinnekaan

RABU, 16 NOVEMBER 2016 | 01:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memuji nilai-nilai ke-Indonesia-an yang diamalkan di Provinsi Kalimantan Barat.

Kalbar menjadi salah satu contoh keberagaman di tengah masyarakat tidak menjadi masalah. Mayoritas pendududuknya muslim sementara gubernurnya beragama Katolik tetapi semua berjalan harmonis.

"Salut untuk saudara-saudara kita di Kalbar yang tetap harmonis dalam keberagaman dan pemimpin-pemimpinnya berkomitmen menjaga persatuan," kata Zulkifli dalam pidato politiknya di acara pelantikan Pengurus DPD PAN Kalbar, Selasa (15/11).


"Sekali lagi saya tegaskan, jangan karena Basuki yang berulah tidak menjaga keberagaman Presiden Jokowi yang kena getahnya. Ingat, masyarakat kita sudah terbiasa bersatu dalam keberagaman," bebernya.

Selain Kalbar, Zulkifli juga mencontohkan beberapa daerah lain di Indonesia yang masyarakatnya tetap rukun dalam keberagaman.

"Di Kabupaten Sulu, Maluku mayoritas penduduknya muslim tapi bupatinya Kristen dan Tionghoa tidak ada masalah. Di Flores mayoritas masyarakatnya Kristen tapi Ketua DPRD-nya muslim rukun-rukun saja," jelasnya.

Karena itu, dia mengimbau agar kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan di Jakarta dengan terlapor Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi pelajaran bagi pemimpin untuk menjaga kebhinnekaan Indonesia.

"Saya meminta kader kader PAN yang menjadi kepala daerah untuk memberikan contoh bagaimana seharusnya menjaga persatuan. PAN siap terdepan mengawal kebhinnekaan," tegas Zulkifli yang juga ketua MPR RI. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya