Berita

Nusantara

RI-Australia Gelar Latihan Gabungan Penanganan Bencana

SELASA, 15 NOVEMBER 2016 | 11:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Willem Rampangilei dan Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan membuka secara resmi latihan gabungan penanganan darurat bencana gempabumi dan tsunami yang berlangsung di Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (15/11). Latihan gabungan ini berlangsung selama tiga hari hingga 17 November.

Selama latihan tabletop exercise (TTX), yang disebut Ambon Disaster Emergency Response Exercise (DiREx) 2016, pejabat dari Australia, Indonesia dan negara-negara yang tergabung dalam East Asia Summit (EAS) akan mengeksplorasi koordinasi bantuan dari kawasan pascabencana tsunami dengan menggunakam skenario gempabumi berkekuatan 8,7 SR, melalui tema "Promoting the EAS Rapid Disaster Response Toolkit as a Regional Protocol in Strengthening Effective Collaboration on Disaster Response and Resilience in the Region".

"Skenario latihan dikembangkan oleh DMInnovation, suatu program sains di bidang penanggulangan bencana sebagai upaya Australia dan Pemerintah Indonesia untuk memperkuat kemampuan dalam merespon krisis kemanusiaan. DMInnovation telah membantu untuk pemetaan bahaya dan keterpaparan serta perangkat yang menghasilkan produk seperti peta terdampak dan terpapar tsunami, seperti yang digunakan pada latihan ini," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.


Fokus latihan adalah aplikasi praktek dari perangkat bernama EAS Rapid Disaster Response Toolkit, sebuah panduan komprehensif yang telah selesai disusun pada 2015. Panduan ini disusun untuk para pengambil kebijakan baik pada pengiriman dan penerimaan bantuan kemanusiaan internasional. Latihan ini juga memberikan kesempatan untuk menguji ASEAN’s Standard Operating Procedure for Regional Standby Arrangement and Coordination of Joint Disaster Relief and Emergency Response Operations (SASOP), Bab VI tentang Pemanfaatan dan Penggunaan Aset Militer dan Kapasitasnya.

"Menteri Keenan mengatakan bahwa latihan merupakan pencapaian yang signifikan dalam proses secara keseluruhan. Latihan di Ambon ini merupakan puncak kerja keras selama lima tahun dalam kemitraan yang produktif antara Australia dan Indonesia, dalam kolaborasi bersama negara-negara EAS. Panduan Tanggap Darurat Cepat EAS  (EAS Rapid Disaster Response Toolkit) merupakan praktek terbaik yang ada saat ini, sumber daya penting yang akan memungkinkan negara-negara di kawasan untuk menyediakan secara cepat dan efektif bantuan sebagai bentuk respon pada bencana alam, seperti tsunami pada latihan ini," ujar Sutopo.

Masih menurut Keenan, dia menyambut inisiatif Pemerintah Indonesia dalam melakukan latihan ini, yang akan menyediakan kesempatan yang berharga bagi semua negara yang terlibat untuk mengaplikasikan secara aktual perangkat pada sebuah skenario bencana.

Sementara itu, Kepa BNPB Willem menyampaikan bahwa kemitraan dengan Australia pada penanggulangan bencana merupakan refleksi dari kerja sama yang lebih luas antar dua negara. "Kekuatan kerja sama digarisbawahi melalui kerja sama yang kuat, pada tingkat pemerintahan yang berbeda dan berbagai isu, termasuk penanggulangan bencana," kata dia

"Indonesia dan Australia sama-sama memahami dampak katastropik dari bencana alam. Kita tidak dapat mencegah, tetapi dapat mengetahui bagaimana yang paling baik untuk menyediakan bantuan lintas negara yang sangat penting untuk meminimumkan korban jiwa dalam masa tanggap darurat dan mempercepat pemulihan," tambahnya.

Ambon DiREx 2016 ini diselenggarakan di Ambon, Provinsi Maluku, Indonesia. Dipilihnya Ambon sebagai pelabuhan penting di kawasan Maluku dan terpilih sebagai tempat penyelenggaraan karena penduduknya hidup di wilayah risiko bencana tinggi. Sebagai salah satu tempat tujuan wisata di timur Indonesia, Ambon menjadi daya tarik turis mancanegara setiap tahun. Konteks ini juga menjadi bagian dari skenario latihan, seperti pencarian WNA yang hilang pascabencana gempabumi dan tsunami.

Peserta dari Pemerintah Australia berasal dari perwakilan Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan, Australia Civil Military Center dan Kejaksaan Tinggi. Demikian juga perwakilan dari Indonesia seperti BNPB, kementerian/lembaga, TNI/Polri, perwakilan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Maluku, serta negara-negara EAS. Personel penanggulangan bencana dari Timor Leste dan Fiji hadir sebagai observer.

Kepala BNPB juga mengatakan bahwa sangat percaya latihan bersama ini akan memberikan masukan yang berharga terhadap penanganan darurat bencana yang paling efektif di kawasan. "Latihan seperti dilakukan di Ambon ini sangat penting untuk menguji asumsi dan mengeksplorasi isu-isu sehingga kita dapat belajar dan siap apabila bencana sungguh-sungguh terjadi," capnya.

EAS Rapid Disaster Response Toolkit mencakup tiga elemen atau perangkat, kontak penghubung pertama di setiap negara untuk permohonan atau peneriman bantuan, panduan mengenai penawaran bantuan dan daftar detail mengenai pengaturan dan kapabilitas di bidang bencana dari setiap negara pemberi bantuan. Pengembangan perangkat yang didukung Indonesia ini dipimpin oleh EMA dengan dukungan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya