Berita

Politik

Pilkada Serentak 2017 Terkesan Jakarta Sentris

SELASA, 15 NOVEMBER 2016 | 08:27 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemilihan Umum (KPI) sebagai penyelenggara pemilu perlu untuk meningkatkan sosialisasi tahapan pelaksanaan pemilihan di 101 daerah yang sedang melaksanakan tahapan Pilkada secara serentak tahun 2017.

"Selama ini penyampaian informasi itu lebih banyak dilakukan oleh media yang lebih banyak menyoroti masalah Pilkada DKI Jakarta, sehingga terkesan Jakarta Sentris," kata Anggota Caretaker Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Kaka Suminta, Senin (15/11).

Seperti diketahui, perhatian pemerintah dan publik tertuju sebagian besar kepada Pilkada Jakarta, padahal ada 100 daerah propinsi, kabupaten dan kota lain yang juga menyelenggarakan Pilkada serentak 2017.


Jelas Kaka Suminta, perhatian pemerintah yang terpusat pada permasalahan Pilkada Jakarta, akan mengurangi kemampuan untuk memfasilitasi pelaksanaan Pilkada yang dilaksanakan di 100 daerah lainnya, yang akan memengaruhi kualitas proses dan hasil pilkada tersebut.

"Perhatian dan alokasi sumberdaya aparatur keamanan, sampai harus menarik beberapa kesatuan pengamanan dari berbagai daerah untuk menjaga keamanan Ibukota dalam pelaksanaan Pilkada serentak ini juga sebagai potensi tak terfasilitasinya pengamanan di daerah lain yang sedang melaksanakan pilkada saat ini," ungkapnya.

Untuk itu, KIPP Indonesia meminta kepada pemerintah untuk memberikan perhatian secara proporsional kepada daerah-daerah yang sedang melaksanakan Pilkada serentak, teramsuk alokasi sumberdaya dan penggunaan media dan sumberdaya elektronik yang saat ini lebih tertuju kepada tahapan dan masalah di Pilkada Jakarta.

"Dan kepada media dan pers, kami mengimbau untuk memberikan peliputan dan pelaporan secara memadai kepada 101 daerah yang sedang melaksanakan Pilkada serentak, agar perhatian masyarakat juga tak tertuju hanya pada satu daerah, sekaligus memberikan peliputan dan pelaporan yang seimbang dan adil kepada semua pihak," demikian Kaka Suminta. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya