Berita

Politik

Kelompok Cipayung Plus Ingatkan Bahaya Perpecahan Yang Bisa Rusak NKRI

SELASA, 15 NOVEMBER 2016 | 07:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bangsa Indonesia sudah 71 tahun merdeka, dan sudah 88 tahun mengikrarkan Sumpah Pemuda untuk menegaskan persatuan dan kesatuan. Kemajemukan juga tak patut disepersoalkan sebab fondasi niscaya dari Indonesia merdeka tersebut.

Namun, pasca orde Baru, di era reformasi yang jargon kebebasan dan kemerdekaan individu, perbedaan dan kemajemukan seperti menjadi sesuatu yang asing dan haram. Orang cenderung mempersoalkannya, menggugat, dan bahkan merobek tenunan keindonesiaan yang dijahit dengan darah di atas kemajemukan itu.

Demikian pernyataan sikap Kelompok Cipayung Plus. Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma'ruf dengan didampingi Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir, Ketua Umum PP KAMMI Kartika Nurokhman, Ketua Umum DPP IMM Taufan P Korompot, Ketua Umum PP GMKI Sahat Sinurat, Ketua PP PMKRI Angelius Wake Kako, Ketua PP KMHDI Putu Wiratnaya dan Ketua PP Hikmahbudhi Suparjo.


Menurut Kelompok Cipayung Plus ini, kekerasan simbolik yang mewujud dalam bahasa verbal di dunia maya semakin memunculkan wacana "baru" yang parsial. Rasionalitas dan otonomi dalam ruang publik lebih banyak didikte oleh oleh wacana viral dengan kedok positioning-nya.

"Pertanyaannya, seberapa sadarkah kita akan bahaya ini? Alhasil, dialog dan silaturahmi kian susah dijalankan, karena masyarakat sudah ditanami prasangka secara intensif dan berkelanjutan," ungkap Aminuddin, dalam pernyataannya di RM Handayani Prima, Matraman Jakarta Timur (Senin, 14/11).

Situasi sosial Indonesia akhir-akhir ini, tegas Aminuddin, sangat memprihatinkan. Seperti kasus pemboman di Samarinda yang menimbulkan korban nyawa. Belum lagi persoalan hukum Ahok, yang salah satunya telah diseret ke wacana politik dan Sara. Hal ini telah memecah belah masyarakat ke dalam polarisasi konflik identitas yang semakin menajam.

"Bagi kami, nasib kebudayaan Indonesia lah yang akan semakin dipertaruhkan, Mengapa? Kasus Ahok hendaknya kita sikapi dan tempatkan dalam koridor hukum yang tengah berjalan. Opini yang berbau politik dan sara terhadap kasus dugaan penistaan Agama haruslah kita hadapi dengan sikap kritis. Sebab bila dipelintir, keutuhan NKRI-lah yang dipertaruhkan," tegas Aminuddin.

Berangkat dari beberapa fenomena kebangsaan yang terjadi belakangan, Kelompok Cipayung menegaskan bahwa mereka mengutuk kejadian Samarinda. Kelompok Cipayung juga mempertegas sikap bahwa kasus ahok adalah persoalan individu yang berkaitan dengan hukum, bukan persoalan agama dan politik. Kelompok Cipayung mendesak agar proses hukum ahok berjalan dengan adil, objektif dan profesional.

"Kami nenghimbau kepada masyarakat khususnya elite-elite politik, tokoh agama, tokoh pemuda untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga tegaknya NKRI dan Kebhinekaan. Mahasiswa tetap menjaga kesatuan dan persatuan dalam menjaga NKRI," demikiam Aminuddin. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya