Berita

JJ Rizal/Net

Sejarawan UI: Generasi Muda Mengalami Krisis Kepahlawanan

SELASA, 15 NOVEMBER 2016 | 06:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tiap saat kita selalu bertanya, apakah generasi muda masih mewarisi nilai-nilai kepahlawanan. Pertanyaan itu tidak gampang untuk menjawabnya. Karena realitasnya, jangankan yang muda, yang tua saja sudah tidak memiliki dan mewarisi nilai-nilai kepahlawanan.

Buktinya, sangat susah mencari sosok dari golongan tua yang bisa menjadi tauladan bagi generasi muda. Jangankan masyarakat umum, bagi para pemimpin saja, mereka tidak mengingat lagi pahlawannya. Misalnya saja, ada pemimpin yang salah menyebut tempat kelahiran Presiden pertama RI Soekarno.

Pernyataan itu disampaikan sejarawan Universitas Indonesia (UI) JJ Rizal saat diskusi Empat Pilar MPR yang berlangsung di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/11). JJ Rizal menjadi narasumber bersama Anggota MPR RI Fraksi PKB Jazilul Fawaid dengan membahas tema Implementasi Hari Pahlawan dan Mengenali Kembali Jati Diri Bangsa.


Jelas dia, ketidakpahaman mereka terhadap para pahlawan, membuat mereka tidak berprilaku, bersikap dan berfikiran sebagaimana pahlawan, salah satunya Soekarno.

"Bagaimana mereka bisa mewarisi jiwa kepahlwanan kalau pahlawannya sendiri tidak mereka kenali," kata JJ Rizal menambahkan.

Karena kesulitan mencari tauladan dari orang yang masih hidup, menurut JJ Rizal, sebagian orang mencoba menghidupkan orang mati untuk menjadi tauladan. Mereka inilah yang digali pemikiran dan kehidupannya agar bisa ditauladani oleh generasi muda.

"Yang  pasti kita prihatin, karena generasi muda kita mengalami krisis kepahlawanan. Mereka tidak bisa mengambil ketauladanan dari orang-orang yang sekarang masih hidup," ujarnya.

Sementara Jazilul Fawaid mengatakan, antara Hari Pahlawan 10 November dan Hari Santri 22 Oktober, memiliki kaitan yang sangat erat. Pada 22 Oktober dikobarkan semangat jihat, dan 10 November arek Surabaya melawan penjajahan. Karena itu tidak salah jika heroisme dan kepahlawanan dikatakan bermula dari kesantrian.

Pancasila menurut Jazilul merupakan karya oroginal dari Islam nusantara. Karena itu antara Islam dan Indonesia tidak bisa dipisahkan. Apalagi Islam di Indonesia tidak sama dengan Islam di Saudi, Arab atau Mesir. Karena Islam di Indonesia sudah melalui akulturasi budaya.

"Agar Indonesia maju, Islamnya harus maju terlebih dulu. Agar Islam maju, maka majukan dulu nilai-nilai Pancasila," kata Jazilul menambahkan. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya