Berita

Foto/Humas MPR

Oso: Biarkan Rakyat Menikmati Pilkada Tanpa Provokasi

SENIN, 14 NOVEMBER 2016 | 14:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta (Oso) mengungkapkan bahwa saat ini bangsa Indonesia masih harus menghadapi tantangan yang sangat berat dengan berbagai bentuk antara lain bahaya narkoba. Namun, yang paling berbahaya adalah tantangan dari dalam negeri sendiri antara lain ancaman konflik antar masyarakat tetkait Pilkada serentak di berbagai daerah terutama pilkada DKI Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan Oso dalam sambutan resminya sebelum membuka secara resmi Sosialisasi Empat Pilar MPR kerja sama MPR dengan Pemerintah Aceh, di Aula Pertemuan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh (14/11).

Acara sosialisasi ini dihadiri Ketua Fraksi Nasdem MPR Prof. Bachtiar Aly, Ketua Fraksi PPP MPR Zainuttauhid Saadi, Ketua Fraksi Hanura MPR Syarifuddin Suding, Plt Gubernur Aceh, Sekda Aceh, Forkopimda Aceh, pejabat Kodam dan Polda Aceh serta sekitar 500 lebih peserta dari kalangan alim ulama, tokoh masyarakat, mahasiswa, akademisi dan masyarakat umum.


Diutarakan Oso, konflik antar masyarakat dalam pilkada serentak sangat berpotensi terjadi, untuk itukah masyarakat harus mewaspadai sinyal-sinyal potensi konflik yang pasti didahului oleh provokasi dengan membawa-bawa suku, agama dan ras dengan maksud untuk mengadu domba antar rakyat.

"Seluruh rakyat harus sadar itu jangan terpancing, sebab kalau sampai terpancing dan terjadi konflik besar yang rugi adalah masyarakat itu sendiri. Konflik akan menganggu kehidupan masyarakat terutama akan menganggu perekonomian. Investor akan susah masuk sebab merasa tidak ada keamanan. Saya harap jangan ada gangguan dalam momen situasi pilkada, biarkan rakyat menikmati pesta demokrasi secara aman, nyaman. Jika ada yang melakukan hal tidak benar seperti provokasi sehingga menganggu dalam situasi pilkada baik di Aceh atau di derah lain, jangan takut serahkan kepada hukum dan perundangan yang berlaku," katanya.

Tetkait bahaya narkoba, Oso mengingatkan agar masyarakat harus lebih ketat lagi mengawasi anak-anaknya terhadap bahaya narkoba, sebab sampai saat ini masih banyak narkoba masuk ke Indonesia dan makin banyak kuantitasnya. Faktanya, aparat penegak hukum masih saja sibuk menyita bukan lagi kiloan bahkan berpuluh ton narkoba masuk ke Indonesia.

"Pemahaman Empat Pilar MPR yang di dalamnya ada Pancasila adalah bisa sebagai benteng petahanan bangsa ini dari potensi konflik dan benteng dari serbuan narkoba. Alhamdulillah respon masyarakat terhadap upaya MPR dalam melakukan pemahaman Pancasila sangat bagus dan menurut saya lebih bagus lagi jika soal Pancasila ini masuk dalam kurikulum pendidikan di Indonesia," ujarnya seperti dalam rilis MPR.

Plt Gubernur Aceh Mayjend (Purn.) Soedarmo dalam kesempatan itu mengatakan sangat mengapresiasi upaya pemahaman nilai-nilai luhur bangsa seperti Pancasila ke berbagai elemen bangsa Indonesia. Menurutnya, pemahaman Pancasila sangat strategis apalagi di saat-saat ini dalam situasi pilkada serentak yang memanas.

"Kita semua sudah paham situasi politik nasional terutama di Jakarta penuh dengan situasi yang memanas isu-isu yang panas dan ada upaya pemecah belah kesatuan bangsa. Pemahaman Pancasila mengingatkan semua rakyat untuk menyelesaikan semua masalah bangsa dengan musyawarah dan mengedepankan keutuhan bangsa," pungkasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya