Berita

Kota Wisata Batu Bangun Kebudayaan Berkepribadian Indonesia

MINGGU, 13 NOVEMBER 2016 | 04:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk melestarikan kebudayaan asli Indonesia diperlukan konsep pembangunan kebudayaan nasional berbasis pada kepribadian asli Indonesia.

Dalam kaitan itulah MPR menjadikan kesenian wayang sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kebudayaan kepada  masyarakat luas. Untuk itu MPR bekerjasama dengan Pemerintah Kota Batu menyelenggarakan pergelaran seni budaya menjadi salah satu metode Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara).

Pada, Sabtu malam (12/11), suasana yang semula senyap lantaran dinginnya hawa Kota Wisata” Batu, tiba-tiba berubah menjadi meriah. Itu terjadi karena MPR bekerjasama dengan Pemerintah Kota Batu menyelenggarakan pagelaran seni budaya wayang kulit di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Pagelaran ini ditonton oleh ratusan masyarakat yang berbaur dengan pedagang kaki lima dari berbagai daerah Kota Batu dan sekitarnya yang datang beramai-ramai untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit bersama dalang Ki Ardhi Poerbo yang menampilkan lakon Bimo Sakti”


Pagelaran wayang kulit itu dibuka oleh Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Ahmad Basarah ditandai dengan penyerahan tokoh wayang  kepada Ki Ardhi Poerbo Antono. Turut hadir pada pagelaran tersebut anggota MPR RI  Sirmadji (Fraksi PDI Perjuangan), anggota DPRD, Wakil Walikota (Non Aktif) Kota Batu Ir. Punjul Santoso dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu.

Ahmad Basarah, yang mewakili Pimpinan MPR RI dalam sambutannya antara lain mengatakan, saat hadir di sidang PBB tahun 60-an Dr. Ir. Soekarno Presiden pertama dan pendiri bangasa Indonesia menyampaikan kepada delegasi Indonesia, bahwa kita harus membuat identitas nasional bangsa Indonesia dan mengatakan bahwa dengan mengenakan kopiah akan kita jadikan sebagai identitas bangsa Indonesia.

Selanjutnya Basarah mengatakan di luar tugas pokok MPR RI menurut UU 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD menugaskan MPR untuk mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, karena kita perhatikan belakangan ini ada kelompok-kelompok  yang ingin mengganti dasar ideologi bangsa kita.

Wayang kulit adalah seni budaya yang ada sejak Indonesia belum merdeka. Dari dulu wayang dipakai untuk menyebarkan ilmu, agama maupun pengetahuan. Karena itu MPR memakai media seni budaya wayang untuk menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Karena bahasa yang digunakan dalam pementasan wayang diyakini mudah dimengerti dan diketahui masyarakat banyak.  

"Setiap bangsa punya sejarah dan cara sendiri dalam membangun bangsa dan negara. Dan Bung Karno dengan Tri Sakti-nya mengajarkan kita untuk berdaulat dalam politik, mandiri dibidang ekonomi dan membangun kebudayaan berkepribadian Indonesia", kata Basarah menambahkan.

Karena itu, katanya, wayang sebagai peninggalan nenek moyang  harus dijaga. Salah satu caranya adalah digunakan untuk melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Dengan menggunakan metode ini diharapkan pesan-pesan yang ada dalam empat pilar bisa disampaikan dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Karena bahasa yang dipakai dalam pementasan wayang sangat dipahami dan dikenal masyarakat.

"Tujuan dari pementasan seni budaya wayang kulit ini yaitu untuk melakukan reaktualisasi terhadap nilai-nilai Pancasila, dalam rangka Internalisasi pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat, sosialisasi melalui pagelaran seni budaya adalah salah satu bentuk apresiasi dan langkah konkret MPR RI dalam upaya melestarikan warisan budaya, khususnya wayang kulit yang telah menjadi kekayaan intelektual bangsa Indonesia dan MPR sudah melaksanakan berbagai macam pagelaran seni budaya sesuai dengan budaya daerah masing-masing dihampir seluruh daerah sebagai metode sosialisasi," ujar Basarah. [ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya