Berita

Peta India/Net

Dunia

Sesaat Trump Bikin Panik Ekonomi India, Tapi Menguntungan Untuk Jangka Panjang

KAMIS, 10 NOVEMBER 2016 | 18:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bagi India, terpilihnya Donald Trump dalam pilpres Amerika Serikat kemarin memang bisa memicu terjadi kepanikan ekonomi dalam jangka pendek.

Namun, dalam jangka panjang, Trump bisa membawa kebijakan luar negari yang bermanfaat.

Begitu kata direktur Kebijakan Luar Negeri dari Gateway House, Neelan Deo.


"Ada kebingungan ekonomi lengkap, dan respon jangka pendek dari pasar saham akan negatif. Bagaimana ekonomi akan menanggapi Donald Trump benar-benar tidak diketahui dan ketidakpastian itu sendiri sudah memiliki dampak negatif," katanya.

Deo juga mengingatkan bahwa hubungan Amerika Serikat dan India yang terjalin baik di bawah pemerintahan Obama bisa menjadi buruk di bawah Trump.

"Perdana Menteri Narendra Modi akan terkejut karena ia telah menetapkan hubungan dekat dengan Presiden Obama, yang telah menjadi juru kampanye bagi Hillary dan yang telah diproyeksikan dirinya sebagai calon kontinuitas," jelas Deo.

Akan tetapi Trump telah mengindikasikan bahwa ia akan bekerja menuju hubungan yang lebih kuat dengan India. Ia pernah mengatakan bahwa ia akan menjadi teman terbaik India.

Namun Deo menyebut bahwa tidak jelas apakah pernyataan tersebut akan diterjemahkan ke dalam kebijakan luar negeri bagi India atau retorika semata.

"Saya tidak akan mengambil penyataan itu terlalu serius karena bisa saja dirancang untuk merayu kontingen kecil dari India-Amerika," kata Deo.

"Tapi Donald Trump kemungkinan akan mengambil sikap terhadap Pakistan, yang akan sejalan dengan sikap pada terorisme Islam, dan akan mendukung India," tambahnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya