Berita

Ary Ginanjar/Net

Politik

Ternyata Ary Ginanjar Sosok Di Balik Pasukan Asmaul Husna

SENIN, 07 NOVEMBER 2016 | 07:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di tengah Aksi Damai Bela Islam II, Polri mengerahkan pasukan yang melantunkan asmaul husana.

Ide untuk membentuk pasukan yang melantukan asmaul husna ini adalah pendiri Emotional Spritual Quotient (ESQ) Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian. Ary mengikuti perkembangan kasus dugaan penistaan agama ini, namun ia lebih fokus memikirkan bagaimana meletakkan polisi supaya sejajar dengan pedemo yang mayoritas adalah umat muslim.

"Ide saya saat itu bagaimana menciptakan petugas polisi yang menunjukkan bahwa dirinya juga muslim. Maka saya menyampaikan ide kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar membentuk satu tim yang di mana berada di pihak pedemo tapi tidak meninggalkan identitas polisinya," kata Ary.


Saat itu, Ary memiliki anak didik di ESQ yang menjabat sebagai Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Arif Rachman. Karenanya, Ary mengajukan anak didiknya agar memimpin pasukan itu. Ary bahkan memberi nama asmaul husna pada pasukan itu.

"Saya telepon Pak Kapolri, dia mengapresiasinya. Kemudian, tak berapa lama ada pasukan itu," terang dia, sebagaimana dilansir JPNN.

Sementara Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Arif Rachman mengaku mendapat telepon dari Kapolda Irjen M Iriawan. Iriawan meminta agar Arif menghadap Kapolri Tito di Mabes Polri, Jakarta, pada hari itu juga. Pada pertemuan itu, Arif ditunjuk sebagai komandan pasukan Asmaul Husna.

"Kemudian saya diminta membentuk personel. Kebetulan alumnus ESQ di Polri cukup banyak. Kemudian yang saya ambil untuk menjadi pasukan Asmaul Husna ada 499 dari berbagai satuan Brimob," terang dia.

Arif mengaku hanya bisa menemukan 499 personel Brimob yang merupakan alumnus ESQ. Belakangan, ia baru menyadari bahwa angka tersebut memiliki makna yang mendalam.

"Saya baru sadari kalau 499 itu adalah keajaiban. 4 adalah 4 November. Sedangkan 99 jumlah Asmaul Husna," tambah dia. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya