Berita

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

Anti-Ahok Tak Hanya Rame Di Jakarta

SENIN, 17 OKTOBER 2016 | 08:23 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Anti-Ahok tidak hanya ramai di Jakarta. Demonstrasi besar-besaran di Balaikota, Jumat (14/10), merembet ke daerah-daerah. Tuntutan mereka sama, menuntut Ahok segera diproses hukum terkait dugaan penistaan agama.

Kemarin, Alun-Alun Kota Sukabumi, Jawa Barat, yang menjadi spot demo anti Ahok. Puluhan massa dari ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) turun ke jalan meminta aparat kepolisian mengusut kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok ketika berdialog dengan masyarakat Kepulauan Seribu, akhir bulan lalu. "Kami menggelar aksi untuk memperingatkan Ahok dan memberitahu umat bahwa ada orang yang menista agama Islam," ujar Ketua DPD HTI Kota Sukabumi Deni Muhammad Danial, saat berorasi dengan latar spanduk besar bertuliskan 'Tangkap dan Hukum Penghina Alquran'.

Ahok, kini menjadi bulan-bulanan demonstrasi oleh ormas-ormas berbasis Islam setelah dia menggunakan Surat Al Maidah Ayat 51 saat bertemu dengan warga Kepulauan Seribu, Selasa (27/10). Saat mensosialisasikan program perikanan, Ahok menyinggung surat itu saat dialog dengan warga. Dia bilang, "… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..".


Belakangan, omongan itu diprotes sejumlah kalangan Muslim. Ahok pun dipolisikan. Sekalipun Ahok telah meminta maaf soal itu, gelombang penolakan terhadap Ahok terus membesar.

Daerah lain yang terjadi gelombang anti-Ahok adalah Aceh. Di Kota Serambi Mekah ini, Front Pembela Islam (FPI) Aceh bersama ormas Islam lain dalam Koalisi Umat Islam Aceh melakukan demo terhadap Ahok di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (14/10) sore. "Wahai kawan-kawan kami dari penegak hukum Indonesia, tegakkan keadilan. Kami Muslim Aceh tidak mengizinkan ada nonmuslim merongrong negara Republik Indonesia ini," teriak seorang orator, Abdul Wahid. "Wahai penegak hukum, tangkap Ahok. Kalau mau Indonesia hancur, silakan beri peluang kepada Ahok memimpin. Hal yang perlu dipahami, kita wajib mempertahankan Islam di Indonesia dan Nusantara," tambah Abdul Wahid sambil memekikkan takbir, Allahu Akbar...

Demo besar-besaran terjadi di Medan Sumatera Utara, Jumat lalu. Sekitar 5.000 massa memenuhi area Masjid Agung Medan di Jalan Diponegoro, Jumat lalu. Lagi-lagi, mereka mengungkapkan kegeramanannya terhadap Ahok yang dianggap melukai hati Muslim sedunia.

"Umat muslim mana sih yang nggak tersakiti dengan ucapan Ahok. Saya bukan orang yang sangat beriman, tetapi ketika Islam dizalimi, kan wajar saya marah. Kita hidup di Indonesia saling menjaga lah. Kita harap polisi segera memproses laporan terhadap Ahok," ujar Teriana, seorang peserta aksi.

Orator wanita itu mengungkapkan kesediaannya turun ke jalan karena mendapat informasi dari jejaring sosial Facebook. Aksi ini sudah dipersiapkan oleh panita aksi beberapa hari sebelumnya. Persiapan matang pun terlihat dengan adanya poster raksasa bertuliskan "Tangkap dan Hukum Penghina Al-quran," di depan Masjid Agung Medan.

Di hari Jumat lalu, memang sejumlah daerah menjadi lautan manusia berbaju putih yang melakukan unjuk rasa. Di Jakarta, ada Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) yang terdiri dari sejumlah ormas Islam di Ibukota, seperti FPI, Forum Betawi Rembug (FBR), HTI dan lainnya. Ribuan massa longmarch dari Masjid Istiqlal menuju Bareskrim Polri, kemudian berpusat di Balaikota DKI Jakarta. Demo di Jakarta itu berlangsung damai, massa tidak melakukan tindakan vandalis sekalipun terjun dalam jumlah besar sekitar 5.000 massa. Demo besar juga terjadi di hari Jumat lalu, selain Medan juga terjadi di Tegal, Palembang dan sejumlah daerah di Pulau Kalimantan.

Ahok menanggapi santai dirinya didemo. Dia mengaku, sudah terbiasa menerima gelombang unjuk rasa sejak dirinya menjadi Gubernur Jakarta.

"Sudah biasa kan orang demo. Dulu juga begitu. Waktu (saya) baru dilantik juga sama dulu. GMJ kan yang menolak saya," ujar Ahok yang tetap bekerja sekalipun di depan kantornya terdapat ribuan pengunjuk rasa, Jumat lalu. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya